Gay dan Lesbian bisa disembuhkan

Anda Gay atau Lesbian? Bisa Sembuh Kok

bibi_lung-20141013-editor-001

Sembuh dari kecenderungan seksual yang menyimpang, sebut saja lesbi, gay, bisex, dan transgender (LGBT), mungkin sama sulitnya dengan meninggalkan kebiasaan merokok. Keduanya membutuhkan kesungguhan dan motivasi khusus untuk sembuh. Jikapun seseorang sudah sempat sembuh, kedua “penyakit” ini juga bisa kambuh kembali. Meskipun begitu, Dadang Hawari, seorang psikiater, mengatakan, kemungkinan sembuh dari LGBT sangat mungkin terjadi karena LGBT bukan “penyakit” generatif. Hal ini diungkapkan Dadang terkait rencana Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menggelar rapat pleno membahas hak-hak bagi kaum LGBT.

ROL

“LGBT itu penyimpangan atau kelainan. Bisa dikoreksi (disembuhkan) karena bukan dari gen, tapi pengaruh lingkungan. Yang penting yang bersangkutan menyadari bahwa apa yang dia lakukan tidak sesuai fitrahnya,” ujar Dadang kepada ROL, Selasa (2/7). Karena itu, kendala utama kesembuhan dari LGBT juga kata Dadang adalah belum adanya kesadaran dalam diri penderita LGBT untuk berubah. “Kadang-kadang mereka tidak mau untuk berubah normal,” ujarnya.

Menurut Dadang, dalam penyembuhan LGBT, pasien harus bersedia diperiksa kejiwaannya beserta alat kelaminnya. Ini kata Dadang menjadi kendala psikis tersendiri, karena ada juga yang merasa malu. “Namun ada juga yang menganggap apa yang dilakukannya hal yang biasa. Sehingga mereka pikir kenapa harus konsultasi?” tuturnya. Pengobatan untuk para pelaku LGBT, kata Dadang, dilakukan secara medis dan psikis.

Dari sisi medis adalah dengan pemberian obat-obat untuk memperbaiki transmisi syarafnya, kemudian diperkuat dengan konseling psikologis. Dari segi sosial, yang bersangkutan harus dipisahkan dari lingkungan pergaulan sesama LGBT.  Namun kata Dadang, pencerahan dari sisi agama juga diperlukan, agar mereka menyadari bahwa laki-laki dan perempuan itu sudah disesuaikan fitrahnya, dan bahwa pintu taubat selalu ada (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpb9y8-psikolog-lgbt-bisa-disembuhkan).

Salah seorang yang mengaku telah sembuh dari kecenderungan seks menyimpang misalnya Tata Liem. Pengelola Manajemen sejumlah artis ini ingin sembuh sejak foto mesumnya dengan seorang personel band, semakin ramai diperbincangkan, selain karena latar belakang keluarganya juga cukup religius.  Tata sadar tak mudah kembali ke “jalan yang lurus” itu. Karenanya dia mencoba mulai banyak berkomunikasi dengan seseorang yang dianggapnya guru spiritualnya, yakni ustadz Mukhlis Elfaruqi. “Ustadz  membimbing aku bagaimana mendalami agama yang baik,” kata Tata. Meski masih muda, ustadz Mukhlis, menurut Tata, sangat memahami profesinya. Tata merasa selalu diberi masukan yang dapat diterima tanpa menghalangi karirnya (http://m.merdeka.com/peristiwa/tata-liem-ingin-tobat-jadi-homo-berkat-ustaz-mukhlis.html).

Meski begitu, satu penelitian di Swedia yang diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menyatakan bahwa orientasi seksual termasuk menjadi gay dan lesbian, sudah ditentukan sejak dalam rahim. Penelitian itu membandingkan ukuran bagian otak pada 90 orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Ilmuwan Universitas London, Qazi Rahman, seperti dikutip BBC, mengatakan, dia percaya perbedaan otak itu ditetapkan di awal perkembangan janin (http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/13/02/06/mhs5rf-orientasi-seksual-seseorang-ditentukan-sejak-dalam-rahim).

Menentukan Posisi Indonesia di Dunia

Seperti diketahui, pada 3-4 Juli 2013, Komnas HAM akan menggelar sidang paripurna untuk memutuskan status hukum dan eksistensi kaum LGBT. Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution memohon dukungan dan doa masyarakat untuk memperjuangkan agar LGBT  serta pernikahan sejenis tak diakui sebagai HAM. Dukungan, kata dia, bisa diemail ke: nasution68@gmail.com atau ke info@komnasham.go.id. “Saya akan mendorong agar Komnas HAM tidak tergesa-gesa berkesimpulan, sebaiknya ada uji publik dulu,” ujar Nasution (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpax99-komisioner-komnas-ham-ajak-umat-islam-tolak-pernikahan-sejenis).

Dikatakan Nasution, pembahasan mengenai LGBT sudah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, Komnas HAM belum menentukan posisinya terkait persoalan itu. Nasution meminta dukungan publik karena kata dia masih ada perbedaan pendapat dalam tubuh Komnas HAM dalam menyikapi LGBT. Karena itulah ia menekankan untuk diadakannya uji publik sebelum 13 komisioner yang ada di Komnas HAM menentukan posisi Komnas HAM terhadap persoalan LGBT ini.

Alasannya, ia menilai ke-13 komisioner tidak otomatis menggambarkan pandangan masyarakat Indonesia. “Soal LGBT ini membawa nama Indonesia. Karena itu lebih bijak ada uji publik, sehingga publik bisa melihatnya,” ujar Nasution. Mengenai posisi Komnas HAM terhadap isu LGBT ini, Nasution menilai lebih kepada kepentingan internasional, yakni agar dunia bisa memahami posisioning Indonesia terhadap isu LGBT. Namun dia sebenarnya tidak melihat urgensi Komnas HAM segera menentukan posisioning Indonesia ihwal LGBT. Nasution sendiri menolak agrumentasi LGBT sebagai ekspresi atau bagian dari HAM. Apalagi jika sampai kepada isu menghalalkan pernikahan sejenis, yang bisa menimbulkan pro-kontra luar biasa. “Ini yang harus kami waspadai,” kata dia (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpalx5-posisi-komnas-ham-soal-lgbt-masih-tanda-tanya).

Jangan Latah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun urun suara. Ketua MUI, Slamet Effendy Yusuf, mengatakan, dalam membahas LGBT, Komnas HAM harus mengutamakan sisi kemanusiaan dengan konseling, ketimbang memikirkan bagaimana memberi hak-hak bagi kaum LGBT. “Mereka itu (LGBT) seharusnya diberikan konseling daripada diakui dan dibiarkan melakukan orientasi seksual yang keliru,” kata Slamet kepada Republika di Jakarta, Selasa (2/7). Ia mengimbau Komnas HAM dan lembaga yang memperjuangkan HAM jangan latah meniru negara barat.

“Saya rasa Indonesia ya Indonesia, bukan seperti Amerika yang memberi kebebasan bagi kelompok LGBT atas dasar kemanusiaan,” ujar Slamet. Konseling, kata Slamet, penting agar kaum LGBT ini kembali ke orientasi seksual yang benar sesuai jenis kelamin saat dilahirkan. “Konseling lebih sesuai dengan perjuangan Komnas HAM. Bukan malah membuat mereka mengalami kerusakan sisi kemanusiaan karena (terancam) terkena penyakit HIV dan AIDS,” kata Slamet (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpb1o0-mui-angkat-bicara-soal-lgbt-di-indonesia).

Menyikapi hal ini, cendekiawan muslim, Abdurrahman Mas’ud, mengatakan, memang sudah menjadi tugas dari Komnas HAM membantu kaum minoritas. Namun Abdurrahman menyayangkan sikap Komnas HAM yang tidak memberikan ruang bicara dan berdialog kepada ormas-ormas yang ada di Indonesia, terutama ormas Islam. Suara perwakilan dari masyarakat kata Abdurrahman di Jakarta, Selasa (2/7), perlu didengarkan. “Jadi bisa tahu sejauh mana hasil kajian tersebut bisa diterima,” ujar mantan direktur pendidikan tinggi di Kementerian Agama ini. Senada, Ketua Muslimah Persis/Persistri Pusat, Titin Suprihatin, mengatakan,  menyikapi kaum LGBT ini harus hati-hati dan harus tahu yang mana hak, mana yang bukan (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpb3dj-jangan-beri-kebebasan-bagi-kaum-lgbt).

Sementara itu Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim, menegaskan, LGBT serta penikahan sejenis bertentangan dengan nilai dan tatanan ketuhanan (ilahiah). “LGBT serta pernikahan sejenis  mengancam kemanusiaan dan keberlangsungan manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ujar Fahmi. Fahmi menegaskan, ‎​nilai dan standar HAM Internasional tak bisa dipaksakan atau dijadikan tolok ukur bagi Indonesia. “Negara RI berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” cetusnya.

Pihaknya mengingatkan agar Komnas HAM tidak menjadi corong propaganda nilai liberalisme di Indonesia yang mayoritas Muslim. Fahmi juga mendesak Komnas HAM agar tak melukai semua ajaran agama yang hidup di nusantara. “Jadikan momentum Ramadhan untuk penolakan masif terhadap rencana status hukum dan legalisasi eksistensi LGBT,” ujarnya (http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/02/mpb0ch-miumi-lgbt-dan-pernikahan-sejenis-mengancam-kemanusiaan).**

Diposkan oleh Teras Dunia di 00.09

About judi2010

aku adalah sosok laki2 yang mengutamakan kedamaian dalam hidup dan matiku..aku gak ingin orang lain menangis karenaku..walau kadang karena sikapku terkadang membuat orang yang aku cintai menangis..tp semua aku lakukan demi orang2 yang memang pantas mendapatkan pengorbanan dari aku....karena aku mencintai "Cinta"
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s