“Ani dan Boneka Dalam Kaca”

barbie-dollEntah mengapa siang ini panasnya begitu terik.  Sinar mata hari ingin seolah membakar kulit-kulit manusia yang siang ini sibuk dengan kebutuhannya mencari makan. tidak terkecuali bagi Ani seorang gadis kecil berusia sepuluh Tahun  yang berjalan dibelakang ibunya. Matanya bergerak kekiri dan kekanan seoalah-olah ada yg ingin dicarinya. Dan ” Huup”…diraihnya botol kemasan air mineral yg ada disamping. Tangan mungilnya yg legam terbakar matahari dengan cekatan memasukannya kedalam karung yg dibawanya sejak dari rumah. Ada senyum terhias dibibirnya ketika matanya beradu pandang dengan ibunya yg menoleh kebelakang melihat tingkahlakunya. Ibunya pun tersenyum.

Ya…Ani adalah seorang anak pemulung…Bersama ibunya kegiatan memulung adalah makanan sehari-hari selain nasi yg hanya ditemani lauk seadanya sebagai kegiatan tambahan. Memulung adalah kegiatan rutin seperti hal nya makan sehari-hari. Sedangkan makan nasi adalah kegiatan tambahan jika memang hari itu terkumpul uang untuk beli nasi untuk dimakan.  Yah..nasi adalah benda teristimewa buat ani dan ibunya. Dan Sang Ayah tidak lagi makan nasi karena telah tiada, sejak 4 tahun silam. Tewas terbunuh disebuah keributan “kecil” di warung remang-remang sehabis kalah berjudi.

Ani kini hanya hidup berdua dengan ibunya. Seorang ibu muda berusia 26 tahun. melahirkan Ani ketika berusia 16 tahun tanpa surat nikah. Tanpa restu orang tua, dan tanpa restu penghulu. Ani adalah anak pemulung yang lahir tanpa Akte lahir dan tanpa surat nikah ayah dan ibunya. Sekolah adalah barang mewah yg tidak mungkin bisa disentuhnya. bukan karena terhambat akte lahir, tapi karena memang tidak ada biaya untuk mengurus akte lahirnya…biaya sih ada..tapi sepertinya makan itu lebih penting. Namun bagi Sang ibu anak adalah anak, walau tanpa akte  lahir ataupun surat nikah sekalipun..! Rasa sayangnya terhadap Ani melebihi dari apapun yg ia miliki. Begipula dengan Ani, Ani juga Ani amat menyayangi ibunya . Karena ibunya adalah satu-satunya yg diingikannya. satu-satunya teman tidur yg selalu ingin dipeluknya.

Ketika matahari mulai redup dan condong kerah barat…Ani dan ibunya seperti biasanya duduk melepaskan lelah samping sebuah toko komputer.  Sambil berselonjor kaki sang ibu meletakan  karung yg dibawanya. Ani pun melakukan hal yang sama…tak lama kemudian Ani bangkit dan berlari menuju kesebuah toko mainan yg letaknya tidak jauh dari tempatnya melepaskan lelah bersama ibunya… matanya mulai berbinar ketika melihat kedalam toko mainan …”Mmm..masih ada..! gumannya secara lirih…cantik banget..iihhh…gemes deh..! . dipandanginya Boneka Barbie yang selama ini jadi kesukaannya…. boneka berambut pirang dengan busana bongkar pasangnya …boneka  bongkar pasang dengan model rambutnya. Gadis kecil mana yg tidak menyukai boneka seperti itu, gadis kecil mana yg tidak menghayalakan memiliki boneka itu. Semua gadis kecil pasti ingin  memiliki, tidak terkecuali Ani. Boneka adalah cinta. Lambang cinta seorang gadis kecil jika ia besar nanti. Boneka adalah perlambang harapan bagi gadis kecil seperti Ani. Bagaimana seorang gadis kecil mengidentifikasikan sesosok seorang ibu, memperlakukan anaknya. Ani ingin belajar seperti ibunya. Sepertinya ibunya mengendongnya..seperti ibunya memberikannya makan,..seperti ibunya yang selalu menemani disaat tidur… dengan boneka itu semua bisa diwujudkannya dalam dunia hayalnya. Tapi sepertinya Ani harus tahu diri , bahwa boneka itu mahal harganya untuk ekonomi sekelasnya. baginya uang sebesar itu bukankah sebaiknya digunakan untuk Makan atau bayar kontrakan?   Akhirnya ..Ani harus terima keadaan.

Tiba-tiba Ani tersentak ketika  seorang gadis  kecil bertopi dengan pita warna pink mengambil boneka yg ada didalam toko dengan kasarnya…”Mah..aku mau yg ini yah..aku mau yang ini…! aku mau yang ini…! rengek gadis itu didalam toko  pada ibunya suaranya terdengar lirih ditelinga Ani . Ani tercengang ketika  ibu gadis itu mengiyakan dengan mudahnya…sudah hampir sebulan lebih  Ani salalu berdiri didepan toko mainan itu sambil membayangkan cantiknya boneka Barbie itu,…ketika ada kesempatan melepas lalah bersama ibunya. Dan kini hanya dalam tempo kurang dari sepuluh menit seorang gadis kecil yang baru pertama kali dilihatnya dengan mudah meraih “Barbie yang selau diimpikannya”…Matanya mulai berkaca-kaca ketika pelayan toko memasukan boneka itu kedalam pembungkusnya, perlahan tapi pasti ada yang  terjatuh dari kelopak matanya..butiran-butiran air mata seolah tak bisa lagi dibendungnya…tak ada lagi mimpi tak ada lagi hayal…semua terampas pergi…kini jatuhlah air mata itu..

Air mata sang ibu pun tak kuasa menahan laju kesedihannya…sejak anaknya berdiri didapan toko mainan itu , sang ibu rupanya telah memperhatikannya tingkahlaku anak semata wayangnya. Ani.

Hati seorang ibu adalah memberi. memberi apa yang bisa ia beri. Tidak bisa memberi adalah kepahitan bagi seoarng ibu. Apalagi jika melihat ibu-ibu yang lain bisa memberi. Memberi sesuatu kepada Anaknya. Sesuatu yang jadi impian Buah hatinya.  Air matanya pun tak kalah seru berpacu dengan tangisnya….Dipeluknya Ani anaknya dengan kaharuan ..keharuan seorang ibu yang tidak bisa memberi…

Ani menoleh kearah dimana ibunya memeluknya…..ditatapnya dalam-dalam wajah ibunya….dengan bajunya yg lusuh dihapusnya butiran lembut yang mengalir dari mata ibunya…

“Mak..emak gak usah sedih…Ani nangis bukan gara-gara  ga bisa punya boneka itu..Ani nangis karena kasihan melihat boneka itu..Ani lebih senang melihat boneka itu ada dibalik kaca dari pada ada yang beli , trus dibawa pulang….kalau boneka itu ditaruh dalam kaca kan jadi gak cepet rusak dan kotor  yah mak  ?…

Ibunya pun tersenyum…dan mereka  segera pulang bersama terbenamnya matahari ….

makna cerita ini adalah :

“Terkadang lebih baik mengagumi sebuah permata dari balik kaca dari pada memilikinya yg pada akhirnya bisa membuat permata itu rusak dan terjatuh”

*cerita ini kutulis untuk seseorang di masalaluku.

Mas..mbak,Om Tante, kalau mau Copy paste silakan aja, gak usah minta  ijin, tapi jangan lupa yah tulis sumber kutipannya. -Judi-

About judi2010

aku adalah sosok laki2 yang mengutamakan kedamaian dalam hidup dan matiku..aku gak ingin orang lain menangis karenaku..walau kadang karena sikapku terkadang membuat orang yang aku cintai menangis..tp semua aku lakukan demi orang2 yang memang pantas mendapatkan pengorbanan dari aku....karena aku mencintai "Cinta"
This entry was posted in opini dan tulisanku, renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to “Ani dan Boneka Dalam Kaca”

  1. “Terkadang lebih baik mengagumi sebuah permata dari balik kaca dari pada memilikinya yg pada akhirnya bisa membuat permata itu rusak dan terjatuh”

    Yap…ijika setiap orang bisa memiliki hati yang bersyukur dan dapat memahami dimana dia ditempatkan, kita tidak akan merusakkan apa yang sebenarna bukan bagian kita.

    nice post, sdr. Judi. Minta ijin copas untuk dokumentasi pribadi.

    Keep on posting. God Bless

  2. judi2010 says:

    silakan tanpa ijin pun tak masalah asal jangan lupa menulis sumber kutipan…buktikan kalau blogger indonesia juga bisa menghargai hasil karya para Blogger lainnya

  3. cimohai says:

    etul kang ane setuju… jiplak or nyontek sih sah2x saja, asal jangan ngaku2x🙂

  4. cimohai says:

    betul kang ane setuju… jiplak or nyontek sih sah2x saja, asal jangan ngaku2x🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s