Caleg Artis,Bapakku dan Almarhum Sophan Sopian, dimata seorang JUDI

Musim kampanya telah tiba….

ditelevisi ramai-ramai politisi, independent, serta Artis buang-buang uang miliaran rupiah buat “promo Album” mereka yang terbaru. Album terbaru dengan judul “ayo pilihlah saya”..hampir tiap menit berseliweran dihampir setiap stasiun TV. Tujuannya satu…satu tekad satu tujuan….Kursi dan kekuasaan. Buat masyarakat awam seperti saya, ibu dan bapak saya…mungkin sudah terbiasa melihat politisi “jualan kecap” sambil berteriak “ayo bapak-bapak ibu-ibu…pilihlah kecap saya..kecap saya no.1..kecap saya paling enak..kecap saya dijamin halal tanpa korupsi, kecap saya jauh dari KKN” kecap saya akan membuat bapak ibu senang..bla..bla….bla…. kalau sudah begitu bapak saya (kebetulan keturunan) …sudah pasti langsung mengganti saluran TV dengan saluran dan acara TV lainnya yang dianggapnya lebih bermartabat yaitu “PLANET ANIMAL”. Bagi Dia (bapak saya)..melihat singa yang perkasa memangsa dan memperdayai kelinci yang lemah itu memang sudah hukum alam. alasanya itu sudah merupakan insting hewani, Karena hewan tidak pernah sekolah,dan memiliki pemikiran lain untuk bertahan hidup. bahkan saling cakar antara sejenis dalam berebut makan itu biasa buat dunia hewan. namanya juga di padang gurun ..atau hutan belantara…tidak ada hukum formal yg mengatur kecuali hukum rimba…dan hukum itu memang pantas untuk hewan. Maka dari itu bapak saya menilai saling cakar-saling sikut itu gak pantes di tonton kalau pelakunya itu manusia…he..he…apalagi kalau manusianya itu punya pendidikan, punya gelar, dan punya Agama. makanya bapakku benci bgt sama kelakuan politisi yang kaya binatang. Tapi bapak ku cukup proporsional dalam menilai kelakuan para politisi, tidak semua politis dianggapnya binatang. Sophan sopian misalnya…aku dan bapakku salut bgt sama figur satu ini…Tegas,jujur,berani, dan satu lagi sifarnya yang jadi catatan penting…”gak mau jadi orang munafik”. Figur manusia satu ini “selalu mengikuti nurani”…dan tidak pernah mengikuti “nurani Partai” dan “Nurani kursi yang didudukinya”. Dimata Sophan sopian Politik itu Hitam putih…dia hanya bisa melihat sisi baik dan sisi buruk…tapi tidak bisa melihat dari sisi yang lain…yaitu sisi pandang politik yang berwarna ABU_ABU. Sophan sopian terlalu “lugu” untuk bisa melihat yang putih bisa saja jadi hitam, atau yang hitam bisa saja jadi putih. Dia tidak memiliki kemampuan satu ini. Terlalu polos untuk untuk bisa jadi penguasa, terlalu lugu untuk berkuasa. Bahkan kursi empuknya pun ditinggalkan hanya karena ia tidak bisa melawan hati nurani, dia terlalu lemah untuk berbohong. Sophan sopian itu ibarat Singga gunung yang tahunya makan dan minum sesuai instingnya…singa gunung hanya akan makan kalau dia lapar…..tentunya berbeda dengan singa sirkus yang sudah terlatih yang bisa melakukan akrobat untuk bisa cari makan…Mungkin karena tidak terbiasa cari makan dengan cara akrobat inilah yang mambuat dia lebih memilih pulang ke asalnya …sebuah gunung tempat dimana dia berasal …hingga akhir hayatnya….Namun kepergiannya memberi sebuah kesan yang sulit dilupakan oleh singa-singa sirkus yang pernah menjadi rekan2 politiknya, Standing Aplaus untuk singa gunung satu ini…bahkan kelinci-kelinci mungil dan kecoa-kecoa yang hidup dipinggir jalan pun berdiri untuk memberi peghormatan terakhir. “Seekor singa yang tidak mau memakan kelinci.” mungkin karena memang dia terlahir bukan untuk jadi politis seperti ayahnya….Dia adalah seorang seniman, seorang aktor . seorang Aktor yang tidak bisa memainkan perannya pada sebuah panggung politik…itu karena ia seorang seniman…yang berusaha selalu jujur dengan apa yang ia rasakan..bukan apa yang orang lain inginkan. Semoga saja ini sosok Sophan sopian ini bisa jadi suri tauladan untuk para2 seniman2 lainnya …termasuk para artis yang saat ramai-ramai dan berbondong-bondong “bedol desa” terjun kedunia politik.

jujur sebenanya saya muak dengen fenomena artis “nyaleg”…mereka pikir Popularitas itu sebanding dengan kemampuan mereka berpolitik? mereka boleh jago bersandiwara didalam berbagai media hiburan…tapi ini dunia politik yang jelas bukan dunia mereka. Almahrum shopan sopian terjun kedunia politik mulai dari Nol…( saya tahu kiprahnya Di PDI sewaktu belum jadi PDIP)..keberaniannya menentang Orde baru ditunjukan dengan pernyataan-pernyataannya di media …tidak terlihat sama sekali kalau dia artis/aktor…seolah-olah ketika berbicara politik dia bukan lagi sebagai Artis. Nah berbeda dengan fenomena yg terjadi saat ini…Artis memanfaatkan popularitasnya terlebih dahulu tanpa mengasah kemampuannya didunia politik, terkesan sok jago…Dede yusuf “MACAN” Eefendi salah satu artis yang menyadari hal itu..politik bukan dunianya…perlu waktu untuk belajar. Tidak serta merta karena Artis ikut nyaleg dia langsung dapat gelar POLITIKUS.

Wellll…tapi semua kembali pada publik…ini hanya sebuah tulisan…kebebasan tidak bisa dibelenggu hanya karena sebuah tulisan…silakan berpolitik…silakan bersandiwara…biar kami yang menilai mana yang pantas kami nilai…semoga rakyat indonesia akan semakin cerdas…dalam milih pemimpinnya…karena kehidupan dan kesajateraan rakyat “jelas berbeda dengan tayangan sinetron” . semoga saja jika artis yg ikut nyaleg ketika terpilih “tidak bermain sinetron” dalam pemerintahan dan tidak “bersandiwara “ketika duduk di legislatif.

kamus kaki:

“nyeleg”: mencalonkan diri jadi anggota legislatif

About judi2010

aku adalah sosok laki2 yang mengutamakan kedamaian dalam hidup dan matiku..aku gak ingin orang lain menangis karenaku..walau kadang karena sikapku terkadang membuat orang yang aku cintai menangis..tp semua aku lakukan demi orang2 yang memang pantas mendapatkan pengorbanan dari aku....karena aku mencintai "Cinta"
This entry was posted in opini dan tulisanku and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Caleg Artis,Bapakku dan Almarhum Sophan Sopian, dimata seorang JUDI

  1. ijrsh says:

    Sophan Sopian adalah figur politisi seniman yang kuat karakternya sebagai pekerja seni, artis-artis saat ini cenderung komersil daripada berjiwa seni, mudah-mudahan kalo jadi Aleg kelak tidak berjiwa komersil tetapi meneladani sosok Alm. Sophan Sopian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s