Mengapa Takut Menjual??

Tersenyum penuh tawa ketika saya membaca artikel salah satu blog milik kang dony..teringat saya akan masalalu saya yang kelam. masalalu dimana saya menghindari sebuah profesi yang saya anggap “ngak punya bobot” yaitu jadi Sales (marketing). Gemana gak…kuliah cape2 di Universitas besar dengan reputasi “amat baik” harus jadi seles..(he..he..gengsi donk ..mau ditaro dimana muka gua). Dari dulu gak pernah mimpi…buat saya, saya harus mendapat pekerjaan yangg layak sesuai dengan tingkat pendidikan saya. (what ??apa coba..??) minimal harus duduk jadi HRD, terserah tuh perusahaan masuk katagori perusahaan kelas apa. Pokok nya jangan jadi SALES..!

puluhan lembar lamaran kerja dah jadi karya seni..buat lamaran kerja yang oke dan menarik untuk dapat diterima kerja diperusahaan. Panggilan-paggilan kerja dan interview dah gak kehitung.

untuk menjadi HRD saya harus berhadapan dengan banyak test …mulai dari EPPS,Grafis,Dll (kalau dijelasin juga belum tentu yg baca ngerti he..hee). namun test hanyalah sebuah test…untuk mengetahui diterima atau tidak saya akan dikabari selanjutnya. Dan menunggu panggilan adalah pekerjaan rutin buat saya. Hingga akhirnya saya menyerah, dan menerima panggilan kerja sebagai Marketing Eksekutive di sebuah perusahann Cash register (mesin kasir). Malu sebenarnya, tapi mau apalagi,dari pada dicurigaiin melulu kalau ada barang hilang dilingkungan rumah…(maklum gak punya penghasilan)…Maka jadilah saya yang terhormat ini, jadi seorang SALES..! Nawarin barang-barang door-to-door untuk restoran dan supermarket. Di Tolak, dihina kualitas barangnya, bahkan gak jarang dihina harga dirinya kerena gak memberikan servis yg baik. Bahkan ditipu puluhan juta juga pernah…anjrit…hina banget sih neh profesi Sales..

“I am QUITTTTTTT……! “ Gak nyanggup deh…cukup deh satu tahun setenggah jadi seles. Gua mau jadi HRD yang terhormat…dan terima uang terima kasih setiap nerima karyawan baru..,(rusak gah sih yah mental gua????). Dan akhirnya Tuhan memberikan saya “kehormatan” duduk dibelakang meja jadi HRD..disebuah perusahann Otomotif….Weh keren gak tuh…duduk diruang AC dengan meja sendiri…mau apa-apa tinggal nyuruh Office boy…Gaji?? standar lah…buat orang yang pergi pagi pulang petang untuk kerja yang gak ada habisnya…Dan ternyataaaaaaaa…duduk dibelakang meja itu juga gak enak. Sepi …,sepi dari Interaksi, dan sepi dari pembeli dan sepi pula dari GAJI..(loh..loh..?). Yup…! sepi dari gaji. Slip gajinya gak rame…gak ada tulisan yg namanya “KOMISI”...gaji TOK. Jreeeng…! inilah awal kesadaran saya….! dulu sewaktu di sales…saya bisa bayarin makan Maneger perusahann atau bagian pembelian,bahkan gak jarang saya ngasih komisi buat orang2 yang meng ACC pembelian produk perusahaann dengan cara transfer kerekening orang-orang yang berkepentingan..Tapi Demi TUHAN…bukan saya yang memulai, tapi mereka yg meminta…haram bagi saya jual barang dengan cara sogok kiri-sogok kanan.

Oh..indahnya saat itu kondisi saya dibandingkan saat saya duduk diam sebagai Seorang HRD yg “terhormat”. hingga akhirnya saya “Quit”..dan kembali jadi SALES…..! yang mendorong saya kambali menjadi Sales adalah uang, Saya ingin sukses…saya ingin kaya…saya ingin punya mimpi…mimpi jadi kaya…….“Freeeeeeeedddddooooommm”

Setelah kembali jadi sales, ternyata membuat saya jadi gila…”gila menjual” apapun saya jual…“bahkan saya menjual diri saya..!”

Keinginan untuk menjadi kaya membuat saya banyak belajar bagaimana caranya menjadi kaya . Banyak buku dan teori bagaimana untuk menjadi kaya saya baca dan pelajari,pokoknya yang berhubungan dengan kebebasan Finasial habis saya baca,hingga saya pun jadi tahu kalau Ki joko bodo juga punya teori sendiri bagaimana menjadi kaya…(tapi mohon jangan diikuti yah)…bagi saya kaya = menjual…Jual..dan jual…Aburizal Bakrie dan Yusuf Kalla pun menjual…Bill getes juga menjual…lalu kenapa harus menghindari dari kata2 menjual…?? bukankah setiap perusahaan besar juga menjual? Coba deh perusahaan besar mana yang tidak menjual? jual produk atau jual jasa. Dan hampir bisa dipastikan mereka-mereka yang sukses dibisnis dulunya adalah penjual…mereka juga dulu mengalami masa-masa sulit dalam menjual..ditolak…,dihina,suasah payah cari pembeli Dll…Pengalaman yang membuat mereka matang dalam menjual. Mereka terus belajar bagaiman caranya menjual dan jadi penjual yang baik…jadi kanapa harus malu menyadang kata “Penjual”…bukankah seorang karyawan juga seorang penjual ? penjual jasa…dan penjual waktu dan tenaga..! bahkan sering Karyawan yang paling tidak berbakat sekalipun bisa mendadak jadi menjual yang handal…Disaat mereka terdesak karena orangtua atau anak mereka sakit..tak jarang mereka jadi penjual untuk barang milik mereka sendiri…motor,mobil dll,,,

About judi2010

aku adalah sosok laki2 yang mengutamakan kedamaian dalam hidup dan matiku..aku gak ingin orang lain menangis karenaku..walau kadang karena sikapku terkadang membuat orang yang aku cintai menangis..tp semua aku lakukan demi orang2 yang memang pantas mendapatkan pengorbanan dari aku....karena aku mencintai "Cinta"
This entry was posted in motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mengapa Takut Menjual??

  1. Setiawan says:

    Mantap mas. Ini juga yg sekarang saya alamin. Cerita mas,persis dgn prmasalahn sy. Sy dulu jg punya cita2 ideal utk jadi “orang hukum”,sekarang sy staf hkum,tp sy gk pernah ngerasa puas sm kndisi sy. Sy pngen brkembang. Bahkan sy trpikir buat berenti kerja dan fokus buat ngejalanin usaha. Gmana menurut mas?

    • judi2010 says:

      jika menjual belumlah menjadi budaya untuk diri anda,sebaiknya belajar secara perlahan…carilah jenis usaha yang bisa dimulai secara Part time atau bisa didelegasikan kepada orang yang dipercaya. Jika hasil yang diperoleh dari belajar berbisnis bisa menyamai atau bahkan bisa melebihi, barulah anda boleh menentukan pilihan. Thank sudah mampir ke Blog saya ini

  2. setiawan says:

    thx atas sarannya mas. saat ini saya sedang dalam proses melakukan apa yang mas sarankan itu. hehe..hehe.. (sukses slalu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s