Fosil naga di China

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , , , , on September 3, 2009 by judi2010

dragons1Ada beberapa fosil, dinamakan “China dragon fossils”,yang baru-baru ini dipamerkan di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guizhou. Ketika seorang arkeolog menemukan fossil, mereka menemukan naga mempunyai sepasang tanduk di atas kepala-nya dan bentuk naga sangat legendaris seperti hewan sering dijelaskan dalam buku dan cerita. Naga ada sering muncul dalam legenda Cina. Naga dengan dua tanduk di atas kepala dianggap sebagai totem. Totem yang pertama kali ditampilkan oleh leluhur Cina dan disembah oleh orang-orang Cina. Karena itu orang-orang Cina yang juga disebut “descendents from dragon”. Untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa naga adalah hewan fiksi yang ada hanya dalam cerita. Naga fosil ditemukan di Guanling County, Anshun City, pada tahun 1996, dan telah disimpan dalam kondisi baik. dengan panjang keseluruhan 7,6 meter. Kepala dengan 76 cm panjangnya dan leher yang panjangnya 54 cm. Tubuhnya adalah 2,7 meter dan panjang 68 cm merupakan lebar dalamnya, dan ekor dengan panjang 3,7 meter. Kepala Naga adalah dalam bentuk segitiga. Muaranya adalah panjang 43 cm. Dengan luas bagian kepala yang panjang 32 cm. Tanduk proyek yang luas dari bagian kepala, dan simetris dan panjang 27 cm. Mereka sedikit lengkung dan tilted, yang menjadikan fosil terlihat sangat legendaris seperti naga. Cina naga yang merupakan binatang reptil yang hidup di laut dalam Periode Triassic sekitar 200 juta tahun yang lalu. Seorang amfibi. Ia menghabiskan sebagian besar dari waktu hidup di air, meskipun kadang-kadang ia berjalan di darat. Ia juga meletakkan telur di tanah. Hewan yang hidup di ikan kecil dan binatang reptil. Ini adalah yang pertama kalinya Cina menemukan fosil naga dengan sepasang tanduk. di discovery menyediakan beberapa bukti untuk membuktikan bahwa naga mungkin benar-benar memiliki tanduk. Fosil yang memberikan informasi ilmiah penting bagi orang untuk menelusuri asal Cina yang legendaris naga. beberapa bukti lainnnya Oleh seniman Gary Chang. memberikan “bukti” naga yang benar-benar ada… Ini adalah jenazah fosiil rinci sehingga kita menemukan bahwa sulit untuk percaya bukan asli kepurbakalaan. Dicatat naga artis Gary Chang telah membuat Faux “gips” yang sebenarnya tempat di tanah di mana ia diduga naga jenazah telah ditemukan. secara rinci bahwa setiap tulang belakang dan kuku terlihat, kualitas ini desainer resin dapat bekerja dengan bangga ditampilkan pada dinding galeri atau desktop.

Sumber tulisan

http://www.weirdasianews.com/2007/06/29/real-dragon-fossils-on-display-in-china/

Kisah para Pendekar Mie Ayam

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , , , , on Agustus 18, 2009 by judi2010

mie4Tahu nggak, ternyata mi yang kita nikmati seperi Bakmi Gajah Mada, Bakmi Japos, Bakmi Golek,
Depot 3.6.9, punya sejarah yang mengharukan. Sebelum dikenal seperti sekarang, pengusaha mi tersebut,
harus berjuang hidup dan bekerja keras lebih dari orang lain. Artikel Kompas ini memberikan saya
inspirasi dan rasa takjub ketika menyadari bahwa bakmi-bakmi yang saya  nikmati itu adalah buah
jerih payah anak-anak manusia yang tak kenal menyerah.


———————————————————————————

BAKMI, atau mi, telah menjadi makanan rakyat. Lihatlah mi dijajakan keliling kampung siang
malam dengan gerobak. Tengok pula warung kaki lima hingga rumah makan ber-AC yang khusus menyajikan mi.
Di balik itu semua, juga terdapat banyak cerita mengenai etos kerja.

TENGOKLAH warung bakmi terkenal yang meriah dikunjungi orang di Jakarta. Kita sebut beberapa saja seperti Bakmi GM (dikenal sebagai Bakmi Gajah Mada), Bakmi Japos, Bakmi Pinangsia, Bakmi Golek, Depot 3.6.9, Bakmi Boy, atau juga bakmi Gang Kelinci. Mereka tidak membangun usaha dalam sehari, tapi dengan keuletan seperti terigu yang diolah menjadi mi itu.

Jika Anda menyantap mi ayam, atau mi pangsit yang disuguhkan Bakmi GM , maka di balik rasa itu tersimpan sejarah panjang kerja keras manusia pembuatnya. Bakmi GM yang kini mempunyai tujuh cabang di kawasan terpandang itu berawal dari warung di emperan rumah keluarga Choi Siu di Jalan Gajah Mada-dulu dikenal sebagai Moolenvliet.

Usaha mi itu berawal dari hidup susah keluarga Choi Siu. Mereka semula mempunyai usaha mebel. Situasi sosial politik pada akhir 1950-an menjadikan usaha mebel bangkrut. Choi Siu (1911-1990) yang harus menghidupi sebelas anak itu kemudian bertahan hidup dengan berjualan mi.

“Kami cuma menggunakan lima meja. Itu pun ala kadarnya yang kami ambil dari meja yang dipakai di rumah,” kenang Julia Widjaja (61), anak keluarga Choi Siu, yang kini menjadi Komisaris PT Griya Miesejati (PT GM) yang membawahi usaha Bakmi GM.

Choi Siu melibatkan anak- anaknya dalam usaha warung mi. Mereka bangun jam empat pagi untuk menyiapkan tetek bengek warung mi. Choi Siu, sang ayah, bermandikan peluh menggenjot bambu untuk menggiling terigu sebagai bahan dasar mi. Ingat, saat itu mereka belum menggunakan mesin pembuat mi.

“Ayah kami membuat mi pakai bambu yang digenjot. Ibu yang merebus mi dan kami sebelum berangkat sekolah bantu-bantu potong ayam dan sayur,” kenang Julia yang ditemui di kantornya bersama adiknya, Peily Dian Lie (55).

Julia yang saat itu berusia 17 tahun mempunyai tugas belanja sayur di pasar Glodok. Sebelum berangkat sekolah di SMA Tung Hua Hui Koan (THHK) di bilangan Blandongan, Jakarta Barat, Julia masih sempat membantu memotong ayam dan sayur. Oleh teman sekolahnya Julia disebut sebagai “tukang tidur” karena dia harus bekerja keras dari jam empat baru tidur pukul sebelas malam.

Sang adik, Dian Lie, yang berumur sepuluh tahun dan duduk di kelas lima sekolah dasar, bertugas sebagai kasir. Ada pembeli yang kadang heran melihat Dian, anak kecil yang sudah menjadi kasir warung mi.

“Saya menghitungnya pakai tangan dan hanya pakai ingatan. Kami waktu itu kan enggak pake mesin hitung,” kenang Dian Lie yang kini menjabat Direktur PT GM.

Meski terlibat dalam kerja yang boleh dibilang keras untuk remaja seusianya, namun Julia dan Dian menyikapi hari-hari dengan sukacita. “Teman-teman saya sampai bilang. ’Kamu kerja kok seneng-seneng banget sih.’ Soalnya kami kerja sambil nyanyi-nyanyi haha….” kenang Dian.

Hari demi hari warung bakmi yang tidak dinamai atau tidak menggunakan cap dagang itu semakin laris dikunjungi pelanggan. Dari lima meja, dua tahun kemudian mereka memasang sebelas meja. Pada 1968, saat Ali Sadikin yang menjadi Gubernur Daerah Chusus Ibu Kota (DCI) Jakarta muncul rencana pelebaran Jalan Gajah Mada. Tempat usaha mi Choi Siu terpapras hingga sebelas meter. Dengan lahan yang menyempit, mereka kemudian membangun rumah dengan tiga lantai. Dua lantai di antaranya digunakan untuk warung mi. Pengurangan lahan itu rupanya malah menjadi berkah tersendiri. Pasalnya, setelah menempati bangunan baru, usaha mi itu semakin laris.

************

KISAH kerja keras juga dilewati keluarga pengusaha mi Depot 3.6.9 di bilangan Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat. Usaha yang berpusat di Surabaya ini kini mempunyai enam cabang, termasuk yang di Jakarta yang dikelola oleh Tjitrawati, atau akrab dipanggil Cik Mei-Mei.

Berdiri pada tahun 1958, riwayat awal usaha Depot 3.6.9 hampir mirip dengan Bakmi GM. Orangtua Tjitrawati, keluarga Tjan Pat Yauw, yang berdarah Tionghoa-Kupang, semula adalah guru di sebuah sekolah di Surabaya. Karena situasi sosial politik pada akhir tahun 1950-an itu, sekolah tempat mereka mengajar ditutup dan mereka kehilangan pekerjaan. Keadaan ekonomi Tjan Pat Yauw saat itu sangat payah.

“Kami kadang harus pergi ke rumah saudara untuk meminjam beras,” kenang Tjitrawati.

Ibu dari Tjitrawati yang kebetulan mempunyai resep pembuatan kue dumpling-kue berisi daging-mencoba membuka warung makan di Jalan Embong Malang, Surabaya. Suatu ketika Tjan Pat Yauw bertemu koki pembuat di Pasar Atum. Dari perjumpaan itu terpikirlah untuk menyuguhkan mi di warung yang kemudian diberi nama 3.6.9. Konon nama ini diambil dari merek kue terkenal buatan Cina.

Boleh jadi mi memang bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang yang tidak mau menyerah pada kerasnya kehidupan. Hengky Tjoa (45) dari Bakmi Japos harus terseok-seok sebelum kini mengibarkan diri sebagai “Rajanya Mie” Asal tahu saja, Rajanya Mie dijadikan gimmick-pemikat dagang Hengky yang terbaca pada logo Bakmi Japos.

Hengky yang yatim piatu sebelum menginjak usia remaja itu harus menghidupi tiga adik-adiknya. Hengky antara lain pernah berjualan gundu, permen, sampai koran, atau apa saja yang bisa dijadikan uang. Selepas SMA, Hengky menjalani beragam bisnis mulai dari berjualan pakaian, ikan hias, usaha video rental, sampai berjualan ikan bakar, yang semuanya berakhir dengan satu kata: bangkrut.

“Waktu jualan ikan bakar di (Jalan) Radio Dalam setiap hari saya tekor melulu. Sialnya waktu itu hujan deras, tenda ambruk,” kenang Hengky seakan menyempurnakan kisah sengsaranya.

Dia tidak menyerah. Pada tahun 1992, Hengky mengumpulkan apa saja yang tersisa untuk dijadikan bekal melanjutkan hidup. Ia menjual bangku, tenda warung, dan perkakas kerja yang akhirnya terkumpul Rp 750.000. Dari uang itulah lelaki yang senang memasak itu memulai usaha mi.

“Saya jualan pakai gerobak di depan kantor pemasaran perumahan Villa Japos. Saya jualan mi dengan harapan bisa diterima dan syukurlah mi saya diterima,” tutur Hengky yang ditemui di Bakmi Japos, Bintaro Sektor 7.

Hengky yang semula belum mempunyai pengalaman di jagat mi itu bersedia belajar dari nol. Dia mempelajari cara pembuatan bahan dasar mi sekitar satu setengah tahun.

“Waktu pertama saya coba- coba dulu itu rasanya memang enggak karu-karuan. Saya coba terus sampai akhirnya terasa enak. Kalau mi saya tak enak, bagaimana saya bisa meyakinkan pembeli. Lidah saya kan juga mewakili taste banyak orang,” kata Hengky yang memang penggemar berat mi.

Untuk sekadar promosi, Hengky membagikan selebaran kertas fotokopi yang berisi alamat dan menu Bakmi Japos yang saat itu hanya menyediakan mi ayam dan mi pangsit. Bakmi Hengky terbukti laris dan pembeli pun harus antre. Larisnya warung mi mengajarkan Hengky untuk lebih sabar dalam menghadapi manusia.

“Pernah saya ditunjuk-tunjuk dan dikata-katain pembeli. Dia bilang, ’Nanti saya gampar kamu.’ Itu karena dia tidak terlayani dengan cepat,” kenang Hengky.

Nama Bakmi Japos kemudian memang populer di kalangan penggemar jajan. Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, Hengky telah membuka delapan cabang yang dikelolanya bersama adik-adik dan kerabatnya. Pada cabang ke sembilan, Hengky telah menyerahkan ke orang lain dengan sistem waralaba. Kini usahanya tersebar di 20 cabang.

Usaha Hengky memang laris. Ketika membuka cabang di kompleks Bintaro Sektor III, bakmi Hengky menyebabkan lalu lintas macet. Warga Bintaro memprotes Bakmi Japos yang dianggap sebagai biang kemacetan. Oleh pengembang Hengky diminta pindah usaha. Namun, berkahnya, Hengky mendapat tempat lain di Bintaro yang lebih representatif. Berkah lain, orang yang dulu bertugas menutup cabang itu juga kecipratan rejeki dari mi. Kini mereka bergabung sebagai pemegang izin waralaba, alias ikut jualan mi.

************

BEGITULAH, mi telah menjadi penghidupan dan menghidupi banyak orang. Ini pemandangan lain dari para pejuang hidup yang mengandalkan mi. Lihatlah para perajin atau pembuat bahan mi yang bergabung dalam Paguyuban Tunggal Rasa, Jakarta. Mereka mempunyai anggota sekitar 70 orang. Setiap anggota memproduksi mi untuk memasok kebutuhan sekitar 40-400 penjual mi gerobakan.

Bisa dihitung berapa orang yang menggantungkan hidup pada mi. Padahal, jumlah 70 anggota itu adalah yang resmi terdaftar. Konon, jumlah perajin mi di Jakarta saja ada sekitar 120 dan masing-masing mempunyai pasukan mi yang dinikmati rakyat.

Menurut Wakidi, selaku Ketua Paguyuban Tunggal Rasa, para perajin selain memasok bahan mi juga menyediakan gerobak, mangkok dan segala piranti yang dibutuhkan penjual mi.

“Saya juga menyediakan pemondokan bagi pedagang mi yang menggunakan produk saya,” kata Wakidi yang ditemui di tempat kerjanya di bilangan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Organisasi yang menghimpun pembuat mi itu mempunyai program mendidik pedagang mi menjadi perajin mi. Minimal dalam lima tahun mereka menargetkan seorang penjual mi keliling harus mampu menjadi perajin mi. Jakarta bukan satu-satunya bagi paguyuban serupa. Jika di kota lain terdapat paguyuban perajin mi semacam itu, betapa mi diam-diam telah menggerakkan kehidupan rakyat. Mereka menciptakan lahan pekerjaan bagi rakyat.

Etos kerja keras juga terlihat dari bakmi Jawa Gunung Kidul. Usaha yang dimulai 1996 ini bermula dari kebangkrutan pedagang mi di Semanu, Gunung Kidul. Mereka kemudian diberi kesempatan membuka warung di emperan toko di kawasan Jati Bening, Bekasi. Setelah terbukti laris, usaha itu dikelola dengan manajemen yang tertata di bawah Koperasi Usaha Bakmi Jawa yang kini mempunyai 12 cabang di Jakarta dan sekitarnya.

Nama Gunung Kidul, wilayah Kabupaten di Yogyakarta itu memang bagi sebagian orang dikenal sebagai daerah tandus yang mengingatkan orang pada gaplek atau tiwul. Benyamin Sudarmadi dari Bakmi Jawa Gunung Kidul sengaja membawa nama kampung halamannya untuk menunjukkan bahwa kesan minus daerahnya tak identik dengan semangat loyo. Dan menurut pria kelahiran Gunung Kidul, itu semua akan dilawan dengan kerja keras pasukan penjual mi dari Gunung Kidul itu.

************

KISAH perjuangan “tukang mi” adalah kisah pekerti manusia ulet, tekun, dan pantang menyerah dalam merebut kehidupan yang lebih baik. Mereka bekerja dengan sukacita dan kecintaan profesi, dengan gairah, semangat, dan sungguh-sungguh yang diistilahkan “tukang mi” dari Bakmi GM sebagai passion.

“Kami perlu passion untuk bekerja. Kami mencintai benar pekerjaan jualan mi. Tanpa passion kami akan capek dan susah kerja. Dengan mencintai pekerjaan, kami jadi bersemangat mencari sesuatu yang lebih baik untuk pelanggan,” kata Peily Dian Lie dari Bakmi GM.

Bangsa yang menurut Franz Magnis-Suseno tinggal menunggu waktu masuk jurang ini
sepertinya ada baiknya belajar dari kerja keras praktisi mi. Mereka terbukti telah
bertahan hidup dan menghidupi dengan bekerja ekstra keras-bukan dengan mengeluh dan
banyak mulut (tanpa korupsi pula). Sayang, belum ada Partai Bakmi. (ETA/EDN/LUK/ARN/CP/XAR)

Sumber: Kompas, Minggu, 28 September 2003

Pertapa Muda dan Kepiting

Posted in renungan dengan kaitan (tags) , , on Agustus 15, 2009 by judi2010

kepiting2minile4Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”

“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,” jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. ” Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?”

Seketika itu, si pemuda tersadar. “Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan.”

Sumber:

http://indoforum.org/showthread.php?t=39028

Tarsier, makhluk ajaib yang menyeramkan

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 14, 2009 by judi2010

Tarsier atau Tarsius syrichta adalah sejenis primata yang terkecil di dunia dan bisa ditemukan di Filipina, dan variasi speciesnya ditemukan juga di Sumatra, Borneo, Sulawesi (Indonesia). Matanya yang bulat lebar dan hidungnya yang lucu sangat menarik untuk dilihat sementara ukurannya yang kecil pas banget bila berada di genggaman tangan kita. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Filipina, hewan mungil lucu ini dapat Anda temukan pada malam hari di pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Leyte. Hewan mirip monyet ini memakan serangga yang sering keluar dari kayu bekas terbakar atau arang kayu.



Spesies tarsier sendiri dipercaya sudah ada sejak 45 juta tahun yang lalu. Ahli Biologi J. Petiver adalah orang yang pertama kali mempublikasikan hewan ini. Tidak seperti anggapan banyak orang, tarsier sebenarnya bukanlah monyet yang ukurannya paling kecil meski spesifikasinya mirip dengan spesies primata lainnya seperti lorise, lemur dan bushbaby. Perbedaannya terletak pada konfigurasi taksonomi dari kera pada umumnya dan Anda akan menemukan ciri-ciri yang mirip dengan antropoid. Spesies lainnya yang mirip dengan tarsier juga ditemukan di Borneo, Sumatra, Sulawesi (Indonesia), dan Madagascar dangan variasi ukuran dan bentuknya.


Tarsier asal Filipina ini adalah hewan yang sangat aktif dan menarik dengan ciri-cirinya yang khas. Meski tubuhnya dibalut dengan bulu warna abu-abu, ekornya yang sepanjang kira-kira 232mm hampir tidak berbulu alias gundul. Dari kepala hingga ekor panjangnya antara 118-149mm dengan berat 113-142 gram. Yang mengesankan dari hewan ini adalah mata besarnya yang menonjol yang sepertinya tidak pas dibandingkan dengan tubuh mungilnya. Ukuran rongga matanya hingga melebihi ukuran tempurung otak dan perutnya.


Tangan dan kakinya mempunyai jari-jari yang mirip dengan manusia yang digunakannya untuk bertengger di pohon dan ekornya digunakan untuk keseimbangan. Anda bisa melihat saat jari tengahnya mulur dan tulang pergelangannya yang panjang bekerja seperti shock absorber. Hal ini membantunya melompat dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya dengan mudah. Kepalanya sangat mirip dengan kepala burung hantu karena bentuknya dan pertemuan yang unik di tengah-tengah sinus dan tengkoraknya membuatnya mampu memutar kepalanya 180 derajat. Tarsier juga memiliki gigi-gigi yang tajam untuk membantunya memangsa serangga selama berburu di malam hari.


Tarsier lebih suka tinggal di lubang-lubang di pohon atau akar-akar bambu meski masih mungkin menemukannya di tempat lain. Hewan ini banyak melakukan aktivitasnya di malam hari, meski sekali-kali Anda bisa memergokinya di siang hari. Para pejantan dan betinanya diketahui hidup berkelompok, dengan sang betina yang menjadi pengasuh tarsier-tasier muda. Mereka mengeluarkan suara-suara unik saat menantang, masa kawin, berkumpul di kelompoknya, dll. Kelenjar epigastric dari tarsier jantan digunakan untuk membantu penciumannya, sementara Anda juga bisa menemukan isyarat-isyarat gerakan wajahnya yang memiliki arti.



Tarsier mencapai kedewasaan seksual saat berumur 2 tahun. Sang betina mengalami panas berulang sampai kira-kira 23 hari dan mengeluarkan suara-suara unik untuk memberitahukan masa suburnya. Masa kehamilannya mencapai 6 bulan sementara masa hidup tarsier sendiri bisa mencapai 12 hingga 20 tahun. Proses kelahiran dan pertumbuhan bayi tarsier berlangsung sangat cepat. Bayi-bayi tarsier disapih setelah 60 hari dan bahkan sudah bisa berjalan dengan sendirinya dalam waktu 19 hari setelah kelahirannya.

Saat ini tarsier di Filipina terancam akan mengalami kepunahan akibat kerusakan di habitat hutan alamnya. Pembukaan lahan hutan dengan dibakar dan illegal logging menjadi biang keladi menurunnya jumlah tarsier. Ditambah lagi dengan adanya aksi perburuan tarsier dimana tarsier ini sering dijadikan suvenir untuk turis. Saat ini tarsier telah dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi, tapi jika pemerintah Filipina tidak serius menanganinya bukan tidak mungkin tarsier akan punah dalam waktu yang tidak lama lagi.

Ada apa dengan jengkol???

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , , , on Agustus 13, 2009 by judi2010

semur jengkolJengkol bahasa latin disebut Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk tanaman polong-polongan. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap setelah diolah dan diproses oleh pencernaan.

Jika karena faktor bau dan ketakutan terhadap kemungkinan keracunan asam jengkolat, orang boleh saja menghindari makan jengkol. Namun, jika menolak jengkol hanya karena menganggap jengkol makanan tak bergizi, sebaiknya pandangan tersebut dikoreksi. Mengapa?

Di luar urusan bau dan kandungan asam jengkolat penyebab keracunan, jengkol sesungguhnya termasuk bahan pangan kaya gizi. Hasil penelitian memperlihatkan, jengkol kaya karbohidrat, protein , vitamin A, B, dan C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Bahkan, kandungan protein jengkol masih lebih tinggi daripada tempe (18,3 gram per 100 gram bahan) yang selama ini disebut-sebut sebagai sumber pangan nabati berprotein tinggi. Dalam 100 gram biji jengkol, terkandung energi 133 kkal, protein 23,3 gram, karbohidrat 20,7 gram, vitamin A 240
SI, vitamin B 0,7 mg, vitamin C 80 mg, fosfor 166,7 mg, kalsium 140 mg, besi 4,7 mg, dan air 49,5 gram.

Sebagai catatan, angka kecukupan gizi vitamin C yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa. Ini berarti, untuk memenuhi kebutuhan vitamin C per hari, kita cukup mengonsumsi jengkol sekitar 100 gram.

Karena jengkol kaya akan zat besi, tidak heran jika jengkol sering dianjurkan bagi para penderita anemia. Jengkol juga sangat baik bagikesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh. Dengan demikian, di balik efek bau, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi
jengkol. Jadi, kenapa mesti takut makan jengkol ?

sumber kutipan

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=88028

Noordin M Top Tewas

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , , , on Agustus 8, 2009 by judi2010

noordin-m-top1Gembong teroris asal Malaysia Noordin Moh Top akhirnya tewas dalam penyerbuan yg dilakukan oleh Densus 88, pagi ini 8 agustus 2009 sekitar jam 10 wib. Penyergapan yang  hampir berlangsung 16 jam tersebut amat menegangkan, karena diduga Noordin melilitkan tubuhnya dengan Bom yang siap diledakan jika dirinya tertangkap. Namun upaya Noordin untuk meledakann dirinya gagal setalah brondongan peluru Densus 88 berhasil mendaratkan peluru dengan mulus ketubuh Noordin M top. Saat berita ini diturunkan mayat gembong teroris asal malaysia ini sedang di evakuasi dari tempat kejadian. Dan dilaporkan pula warga sipil yg terjebak di area baku tembak, seorang bocah dan seorang nenek berhasil selamat dari tempat kejadian. Sebelum Noordin M top tewas . Dr. azhari yang juga gembong teroris asal malaysia sebelumya juga tewas ditangan Densus 88 pada 2008 di kota batu Malang.

Sumber: dari berbagai sumber

Judichung

Tuhan dan kejahatan

Posted in renungan dengan kaitan (tags) , , , , on Agustus 6, 2009 by judi2010

kejahatan-dibalas-dgn-kebaikanSeorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,

“Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,

“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,

“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.

“Tentu saja,” jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,

“Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu?

Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,

“Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan,

“Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab,

“Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya,

“Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab,

“Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Sumber tulisan: blog sahabat

Menghitung Masa Subur Wanita (KB Kalender)

Posted in bukan politik dengan kaitan (tags) , , , , on Agustus 5, 2009 by judi2010

Menghitung Masa Subur Wanita


kb-calendarPantang Berkala atau lebih dikenal dengan sistem kalender merupakan salah satu cara/metode kontrasepsi sederhana yang dapat dikerjakan sendiri oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan sanggama pada masa subur. Metode ini efektif bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya.

Sebelum menggunakan metode ini, tentunya pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Siklus masa subur pada tiap wanita tidak sama. Untuk itu perlu pengamatan minimal 6 kali siklus menstruasi. Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur :

Bila siklus haid teratur (28 hari) :
• Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
• Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Contoh :
Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus (bisa dilihat di artikel tentang sanggama terputus).

Bila siklus haid tidak teratur :
• Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
• Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

• RUmus

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh :

Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jila ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus.
Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender dapat menghindari risiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi. Bagi keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi sangat cocok untuk menggunakan metode kontrasepsi ini selain tidak memerlukan biaya juga tidak perlu mencari tempat pelayanan kontrasepsi.

Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang baik antara suami istri karena metode ini perlu kemauan dan disiplin pasangan dalam menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang. Tapi bukan masalah bila saja pasangan membiasakan menggunakan kondom pada saat subur.

Dikutip dari berbagai sumber

Kanker Tulang

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Agustus 4, 2009 by judi2010

tuamudaKANKER tulang dapat diderita anak kecil hingga lanjut usia. Kendati bisa bermula dari kanker lain yang menjalar, penyebab pastinya belum diketahui.

Ahli tulang dari Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta, Dr Achmad Basuki SpOT, mengungkapkan, kemunculan kanker tulang dapat terjadi begitu saja alias “de novo”. Artinya, bisa bermula dari sel tulang yang menjadi ganas.

Kanker tulang bisa diawali dari tumor, suatu istilah untuk menjelaskan adanya benjolan yang tidak normal pada tubuh. Menurut Achmad Basuki atau yang akrab disapa Abas, tumor tulang terbagi dua, yakni neoplasma musculoskeletal (sistem otot) dan neoplasma tulang.

Neoplasma (neos=baru dan plasma=pembentukan) adalah tumor yang terdiri dari jaringan baru abnormal, tumbuhnya berlebihan, tidak terkoordinasi, dan tumbuh terus walaupun rangsangan yang menyebabkannya sudah berhenti. Neoplasma dapat bersifat jinak atau ganas. Disebut jinak bila jaringan baru itu hanya menekan jaringan sekitarnya, dan dikatakan ganas bila mampu menembus jaringan sekitarnya hingga menjalar ke seluruh tubuh melalui darah dan cairan getah bening. Nah, berdasarkan jaringannya, neoplasma ganas inilah yang disebut kanker atau sarkoma.

“Tumor tulang ada yang sifatnya primer maupun sekunder. Untuk yang primer belum diketahui penyebabnya, sementara yang sekunder acap kali disebabkan penyebaran dari kanker di luar tulang,” papar Abas.

Secara umum, angka kasus tumor tulang ganas hingga saat ini memang terbilang masih rendah, yakni hanya sekitar 0,2 persen dari keseluruhan angka kanker, atau sekitar 0,8 kasus dari 100.000 populasi per tahun.

Kanker tulang itu sendiri ada banyak jenisnya. Beberapa yang ganas di antaranya osteosarkoma, ewing sarkoma dan kondrosarkoma. Osteosarkoma kerap ditemui pada anak-anak usia kurang dari 10 tahun atau remaja usia kurang dari 20. Sedangkan kondrosarkoma umumnya dialami usia 40-60. Menurut Abas, pembedaan nama tersebut didasarkan dari sel tulang mana tumor berasal. Misalnya, osteosarkoma berasal dari tulang osteus, sedangkan kondrosarkoma dari sel tulang rawan.

Tumor tulang banyak dialami di area kaki. Namun, pada pasien yang sudah pernah terkena kanker sebelumnya, terutama yang sudah stadium empat, bagian tulang belakang biasanya paling cepat diserang.

Abas mengemukakan, tidak seperti jaringan lunak, tulang merupakan organ padat yang tidak fleksibel. Jika terluka rasanya bisa sangat sakit yang disebabkan tekanan, bengkak atau benjolan. Perlu diketahui juga bahwasanya kanker tulang tidak ada hubungannya dengan trauma atau kejadian cedera akibat terjatuh. Namun, kita tetap harus waspada. Pasalnya, pada orang yang sudah membawa “bakat” kanker dalam tubuhnya, peristiwa cedera atau trauma tersebut bisa jadi menjadi awal mula diketahui adanya sel tumor tersebut.

Lantas, bagaimana mengetahui suatu benjolan termasuk tumor tulang atau bukan? Abas mencontohkan, saat terjatuh dan merasa sakit misalnya, seharusnya rasa sakit berkurang atau menghilang setelah diberi analgetik (obat penghilang rasa sakit). Tapi kenyataannya pada kasus tumor atau kanker tulang, rasa sakit itu tidak hilang dan malah terus bertambah dosis analgetiknya. Pada tahap akhir bahkan ada yang sampai memakai morfin untuk menghilangkan sakitnya.

“Rasa sakit ini biasanya akan lebih terasa pada malam hari. Terkadang keseleo sedikit saja sakitnya hebat. Gejala umum lokal lainnya seperti pembengkakan yang bertambah besar, juga terjadi penurunan keadaan umum seperti menurunnya berat badan dan daya tahan tubuh,” papar Abas seraya mengungkapkan bahwa tumor dapat tumbuh dengan cepat dalam hitungan bulan.

Untuk mendeteksi keberadaan sel tumor dapat dilakukan pemeriksaan sederhana dengan sinar X, di mana akan terlihat ada tidaknya reaksi (sesuatu yang aktif) di dalam tulang. Namun, untuk dapat melihat secara keseluruhan sebaiknya lakukan scantulang (bonescan), yang mana pada kanker sekunder berguna untuk melihat penyebaran tumor atau sel kanker.
Dengan bonescan, 10 persen destruksi tulang bisa ditangkap. Jika ditemui indikasi kuat, selanjutnya dilakukan biopsi sebagai dasar menentukan jenis tumor dan tindakan selanjutnya.

Sayangnya, di Indonesia, seperti halnya kasus kanker lain, banyak pasien yang datang dengan kondisi tumor sudah membesar sehingga tidak ada jalan lain kecuali melakukan amputasi. “Amputasi merupakan golden standard dalam penanganan kanker tulang. Dan jangan khawatir karena pasien masih tetap bisa beraktivitas dengan wajar pasca amputasi,” katanya.

Secara umum, tata laksana kanker tulang melalui 3 modalitas terapi, yakni operasi, kemoterapi dan radiasi. Namun, kalau sudah tahap sarkoma (ganas) biasanya responsnya tidak terlalu baik dengan kemoterapi ataupun radiasi. “Kalau besar sekali massa tumornya, responsnya paling hanya 20-40 persen. Jadi memang harus dioperasi dulu,” katanya.

Selain amputasi, tindakan operasi lainnya yang bertujuan menyelamatkan fungsi kaki adalah limp salvage, dimana tulang akan “dibersihkan” dengan cara disinar. Operasi ini dapat dilakukan dengan syarat korteks tulang masih utuh. Pasca operasi, akan dilakukan fisioterapi. “Zaman dulu, harapan hidup penderita kanker tulang dalam lima tahun sekitar 30- 40 persen. Sekarang ini mencapai 80 persen,” katanya.

Kanker tulang memang boleh dikatakan belum bisa dicegah. Bagi yang punya riwayat sakit kanker di luar tulang, Abas menyarankan evaluasi per bulan,atau minimal setahun sekali bagi yang sudah tahap sekunder. “Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan adanya penyebaran ke jaringan lain,” pungkasnya.

Masih Sulit Didiagnosis

Berbeda dengan kanker mulut rahim atau kanker payudara, informasi tentang gejala kanker tulang masih sangat sedikit. Tak heran bila kanker tulang sering didiagnosis dalam keadaan terlambat.

Masyarakat awam sering kali tidak menyadari adanya kanker tulang karena gejalanya mirip rematik dan osteoporosis, yaitu nyeri di bagian tulang atau sendi dan adanya pembengkakan atau benjolan. Hal itu juga menyebabkan dokter sulit mendiagnosis kanker tulang.

Di RS Kanker Dharmais, kebanyakan penderita berusia belasan tahun, antara 13-20 tahun.Tahun 1960-an penderita kanker tulang hanya dioperasi/amputasi. Harapan hidupnya 20 persen. Tahun 1980-an dengan terapi pembantu, harapan hidup meningkat sampai 80 persen. Kini penderita tumor ganas diberi kemoterapi sebelum operasi untuk mencegah perkembangbiakan tumor dan mematikan anak sebar.

Saat ini pada operasi kanker tulang, penderita tidak diamputasi, tetapi dibersihkan tumor dan jaringan lunak di sekitarnya, kemudian bagian yang diambil direkonstruksi dengan tulang tiruan (prosthese) atau dengan tulang manusia (allograft) untuk mengembalikan fungsi alat gerak. Tulang manusia diperoleh dari donor yang diambil maksimal empat jam setelah meninggal dan diawetkan pada suhu-80 derajat Celsius.

sumber tulisan:
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/06/10/27/227792/kanker-tulang-tua-muda-bisa-kena

Kenapa Kentut Ada yang Bau dan Tidak?

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Agustus 4, 2009 by judi2010

kentut-(nostomachfat)-dalamMakanan telur dan daging memicu bau kentut alias buang angin yang tajam. Sedangkan biji-bijian tidak meningkatkan bau kentut. Kenapa bau kentut berbeda-beda? Seperti dilansir dari Health24, Selasa (21/7/2009) buang angin adalah gas yang berasal dari pencernaan manusia yang sumbernya bermacam-macam. Bisa berasal dari udara yang masuk ke tubuh atau gas yang dihasilkan dari reaksi kimia dalam usus atau bisa juga gas yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri yang hidup dalam usus. Kebanyakan gas yang masuk ke dalam tubuh merupakan gas oksigen yang masuk melalui udara. Pada saat udara mencapai usus besar, sebagian besar yang tertinggal adalah nitrogen. Reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbondioksida, yang juga merupakan komponen dari udara dan merupakan produk dari aktivitas bakteri. Sementara, bakteri juga menghasilkan hidrogen dan metan. Selain itu makanan apa yang dimakan, bakteri apa yang hidup di dalam usus, serta berapa lama manusia menahan buang anginnya juga menentukan ketajaman gas yang tercipta di dalam tubuh. Semakin lama buang angin ditahan, maka kandungan nitrogennya semakin tinggi. Sementara bau yang ditimbulkan dari buang angin ini berasal dari campuran gas hidrogen sulfida dan merkapturat, dan campuran ini mengandung belerang. Jika mengonsumsi makanan yang mengandung belerang tinggi dan sulfida yang dihasilkan oleh bakteri dalam usus juga bertambah, ini akan membuat bau dari kentut ini semakin meningkat. Jika makanan jauh unsur-unsur tersebut bau kentut pun akan tak berasa. Lamanya bau buang angin bisa tercium ke hidung orang lain tergantung dari kelembaban udara, temperatur sekitar, kecepatan angin, jarak antar manusianya serta besarnya molekul yang dikeluarkan. Namun, biasanya waktu yang diperlukan rata-rata 13-20 detik. Sementara itu, suara yang keluar pada saat buang angin dihasilkan dari getaran pada saat dubur terbuka. Suara ini tergantung dari kesesakan otot, kecepatan perjalanan udara, campuran gas dan lemak tubuh. Rata-rata manusia memproduksi gas hingga mencapai 1,5 liter gas per hari. Tidak ada perbedaan frekuensi buang angin antara perempuan dan laki-laki, tapi laki-laki cenderung memiliki suara buang angin yang lebih besar dibandingkan perempuan. Jadi kentut adalah proses yang sangat alami. Kentut bukan aib, asalkan pada tempat dan waktu yang benar sehingga tidak mengganggu orang lain dan memalukan diri Anda sendiri.

sumber: detikhealth