Arsip untuk motivasi kategori

Surat dari sahabat

Posted in motivasi, renungan dengan kaitan (tags) , , , , on September 25, 2009 by judi2010

love_letter_by_circle__of__fire

Kritik Anda adalah Kue Anda

‘Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima
kritikan’.” (Halle Berry, 2005)

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry,
artis peraih Oscar melalui film James Bond
‘Die Another Day’ di tahun 2004 ketika mendapat
piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan
kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk.
Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah
memainkan perannya di film ‘Cat Woman’.

Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang
ke tempat pemberian penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang
sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya
melalui video.

Sambutannya sungguh menarik : “Saya menerima
penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini
sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik
di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan
ibu saya bahwa… ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau
kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk
ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan
malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Judi? Apakah
itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak
terduga, atau… simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima
pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk…

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran,
guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika
setiap orang tidak suka akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika
kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan
semua orang dan mendapatkan pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa
aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia
dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya,
di dunia ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau Judi suka sepak bola, pasti sering
mengamati para komentator dalam mengeluarkan
pernyataan pedasnya.

Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam
mengkritik orang lain sebanding dengan
kemampuannya jika disuruh memainkan bola
sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik,
ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai
berkomentar kepada publik, seolah pernyataan
merekalah yang paling benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah… seandainya
Judi mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi
tamparan, apa yang harus Judi lakukan?

Jawabannya adalah…

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue
kegemaran kita!

Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)

Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol
perasaan kita. Berikut tips untuk Judi saat
menghadapi kritik:

1. Ubah Paradigma Judi Terhadap Kritik

Judi, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara
kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang
*masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang
harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui
kelemahannya.

Bayangkan jika Judi harus melakukan hal yang sama,
mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui
kekurangan Judi! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri.
Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui
secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar
menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang
disampaikan. Judi bisa belajar dari mereka dan
melakukan koreksi terhadap diri Judi. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan
kritik sekaligus saran kepada Judi. Tokh Judi tidak
akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya,
pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan,
maupun paradigma baru yang mendukung goal Judi.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Judi tidak perlu merasa
marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak
ada ruginya untuk ringan dalam mema’afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang
menguntungkan Judi kelak.

Jangan pernah Judi balas kritik dengan kritik. Karena
hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga
& pikiran. Tidak ada gunanya…

Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar*
menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah
berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Judi untuk menikmati kritik layaknya
menikmati kue Judi.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila
kita sudah melakukan sesuatu yang berharga. So, jangan
pernah bosan untuk memburu kritik, DAN tanggapilah
setiap kritik dengan lapang dada!



Anne Ahira

Kisah para Pendekar Mie Ayam

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , , , , on Agustus 18, 2009 by judi2010

mie4Tahu nggak, ternyata mi yang kita nikmati seperi Bakmi Gajah Mada, Bakmi Japos, Bakmi Golek,
Depot 3.6.9, punya sejarah yang mengharukan. Sebelum dikenal seperti sekarang, pengusaha mi tersebut,
harus berjuang hidup dan bekerja keras lebih dari orang lain. Artikel Kompas ini memberikan saya
inspirasi dan rasa takjub ketika menyadari bahwa bakmi-bakmi yang saya  nikmati itu adalah buah
jerih payah anak-anak manusia yang tak kenal menyerah.


———————————————————————————

BAKMI, atau mi, telah menjadi makanan rakyat. Lihatlah mi dijajakan keliling kampung siang
malam dengan gerobak. Tengok pula warung kaki lima hingga rumah makan ber-AC yang khusus menyajikan mi.
Di balik itu semua, juga terdapat banyak cerita mengenai etos kerja.

TENGOKLAH warung bakmi terkenal yang meriah dikunjungi orang di Jakarta. Kita sebut beberapa saja seperti Bakmi GM (dikenal sebagai Bakmi Gajah Mada), Bakmi Japos, Bakmi Pinangsia, Bakmi Golek, Depot 3.6.9, Bakmi Boy, atau juga bakmi Gang Kelinci. Mereka tidak membangun usaha dalam sehari, tapi dengan keuletan seperti terigu yang diolah menjadi mi itu.

Jika Anda menyantap mi ayam, atau mi pangsit yang disuguhkan Bakmi GM , maka di balik rasa itu tersimpan sejarah panjang kerja keras manusia pembuatnya. Bakmi GM yang kini mempunyai tujuh cabang di kawasan terpandang itu berawal dari warung di emperan rumah keluarga Choi Siu di Jalan Gajah Mada-dulu dikenal sebagai Moolenvliet.

Usaha mi itu berawal dari hidup susah keluarga Choi Siu. Mereka semula mempunyai usaha mebel. Situasi sosial politik pada akhir 1950-an menjadikan usaha mebel bangkrut. Choi Siu (1911-1990) yang harus menghidupi sebelas anak itu kemudian bertahan hidup dengan berjualan mi.

“Kami cuma menggunakan lima meja. Itu pun ala kadarnya yang kami ambil dari meja yang dipakai di rumah,” kenang Julia Widjaja (61), anak keluarga Choi Siu, yang kini menjadi Komisaris PT Griya Miesejati (PT GM) yang membawahi usaha Bakmi GM.

Choi Siu melibatkan anak- anaknya dalam usaha warung mi. Mereka bangun jam empat pagi untuk menyiapkan tetek bengek warung mi. Choi Siu, sang ayah, bermandikan peluh menggenjot bambu untuk menggiling terigu sebagai bahan dasar mi. Ingat, saat itu mereka belum menggunakan mesin pembuat mi.

“Ayah kami membuat mi pakai bambu yang digenjot. Ibu yang merebus mi dan kami sebelum berangkat sekolah bantu-bantu potong ayam dan sayur,” kenang Julia yang ditemui di kantornya bersama adiknya, Peily Dian Lie (55).

Julia yang saat itu berusia 17 tahun mempunyai tugas belanja sayur di pasar Glodok. Sebelum berangkat sekolah di SMA Tung Hua Hui Koan (THHK) di bilangan Blandongan, Jakarta Barat, Julia masih sempat membantu memotong ayam dan sayur. Oleh teman sekolahnya Julia disebut sebagai “tukang tidur” karena dia harus bekerja keras dari jam empat baru tidur pukul sebelas malam.

Sang adik, Dian Lie, yang berumur sepuluh tahun dan duduk di kelas lima sekolah dasar, bertugas sebagai kasir. Ada pembeli yang kadang heran melihat Dian, anak kecil yang sudah menjadi kasir warung mi.

“Saya menghitungnya pakai tangan dan hanya pakai ingatan. Kami waktu itu kan enggak pake mesin hitung,” kenang Dian Lie yang kini menjabat Direktur PT GM.

Meski terlibat dalam kerja yang boleh dibilang keras untuk remaja seusianya, namun Julia dan Dian menyikapi hari-hari dengan sukacita. “Teman-teman saya sampai bilang. ’Kamu kerja kok seneng-seneng banget sih.’ Soalnya kami kerja sambil nyanyi-nyanyi haha….” kenang Dian.

Hari demi hari warung bakmi yang tidak dinamai atau tidak menggunakan cap dagang itu semakin laris dikunjungi pelanggan. Dari lima meja, dua tahun kemudian mereka memasang sebelas meja. Pada 1968, saat Ali Sadikin yang menjadi Gubernur Daerah Chusus Ibu Kota (DCI) Jakarta muncul rencana pelebaran Jalan Gajah Mada. Tempat usaha mi Choi Siu terpapras hingga sebelas meter. Dengan lahan yang menyempit, mereka kemudian membangun rumah dengan tiga lantai. Dua lantai di antaranya digunakan untuk warung mi. Pengurangan lahan itu rupanya malah menjadi berkah tersendiri. Pasalnya, setelah menempati bangunan baru, usaha mi itu semakin laris.

************

KISAH kerja keras juga dilewati keluarga pengusaha mi Depot 3.6.9 di bilangan Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Barat. Usaha yang berpusat di Surabaya ini kini mempunyai enam cabang, termasuk yang di Jakarta yang dikelola oleh Tjitrawati, atau akrab dipanggil Cik Mei-Mei.

Berdiri pada tahun 1958, riwayat awal usaha Depot 3.6.9 hampir mirip dengan Bakmi GM. Orangtua Tjitrawati, keluarga Tjan Pat Yauw, yang berdarah Tionghoa-Kupang, semula adalah guru di sebuah sekolah di Surabaya. Karena situasi sosial politik pada akhir tahun 1950-an itu, sekolah tempat mereka mengajar ditutup dan mereka kehilangan pekerjaan. Keadaan ekonomi Tjan Pat Yauw saat itu sangat payah.

“Kami kadang harus pergi ke rumah saudara untuk meminjam beras,” kenang Tjitrawati.

Ibu dari Tjitrawati yang kebetulan mempunyai resep pembuatan kue dumpling-kue berisi daging-mencoba membuka warung makan di Jalan Embong Malang, Surabaya. Suatu ketika Tjan Pat Yauw bertemu koki pembuat di Pasar Atum. Dari perjumpaan itu terpikirlah untuk menyuguhkan mi di warung yang kemudian diberi nama 3.6.9. Konon nama ini diambil dari merek kue terkenal buatan Cina.

Boleh jadi mi memang bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang yang tidak mau menyerah pada kerasnya kehidupan. Hengky Tjoa (45) dari Bakmi Japos harus terseok-seok sebelum kini mengibarkan diri sebagai “Rajanya Mie” Asal tahu saja, Rajanya Mie dijadikan gimmick-pemikat dagang Hengky yang terbaca pada logo Bakmi Japos.

Hengky yang yatim piatu sebelum menginjak usia remaja itu harus menghidupi tiga adik-adiknya. Hengky antara lain pernah berjualan gundu, permen, sampai koran, atau apa saja yang bisa dijadikan uang. Selepas SMA, Hengky menjalani beragam bisnis mulai dari berjualan pakaian, ikan hias, usaha video rental, sampai berjualan ikan bakar, yang semuanya berakhir dengan satu kata: bangkrut.

“Waktu jualan ikan bakar di (Jalan) Radio Dalam setiap hari saya tekor melulu. Sialnya waktu itu hujan deras, tenda ambruk,” kenang Hengky seakan menyempurnakan kisah sengsaranya.

Dia tidak menyerah. Pada tahun 1992, Hengky mengumpulkan apa saja yang tersisa untuk dijadikan bekal melanjutkan hidup. Ia menjual bangku, tenda warung, dan perkakas kerja yang akhirnya terkumpul Rp 750.000. Dari uang itulah lelaki yang senang memasak itu memulai usaha mi.

“Saya jualan pakai gerobak di depan kantor pemasaran perumahan Villa Japos. Saya jualan mi dengan harapan bisa diterima dan syukurlah mi saya diterima,” tutur Hengky yang ditemui di Bakmi Japos, Bintaro Sektor 7.

Hengky yang semula belum mempunyai pengalaman di jagat mi itu bersedia belajar dari nol. Dia mempelajari cara pembuatan bahan dasar mi sekitar satu setengah tahun.

“Waktu pertama saya coba- coba dulu itu rasanya memang enggak karu-karuan. Saya coba terus sampai akhirnya terasa enak. Kalau mi saya tak enak, bagaimana saya bisa meyakinkan pembeli. Lidah saya kan juga mewakili taste banyak orang,” kata Hengky yang memang penggemar berat mi.

Untuk sekadar promosi, Hengky membagikan selebaran kertas fotokopi yang berisi alamat dan menu Bakmi Japos yang saat itu hanya menyediakan mi ayam dan mi pangsit. Bakmi Hengky terbukti laris dan pembeli pun harus antre. Larisnya warung mi mengajarkan Hengky untuk lebih sabar dalam menghadapi manusia.

“Pernah saya ditunjuk-tunjuk dan dikata-katain pembeli. Dia bilang, ’Nanti saya gampar kamu.’ Itu karena dia tidak terlayani dengan cepat,” kenang Hengky.

Nama Bakmi Japos kemudian memang populer di kalangan penggemar jajan. Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, Hengky telah membuka delapan cabang yang dikelolanya bersama adik-adik dan kerabatnya. Pada cabang ke sembilan, Hengky telah menyerahkan ke orang lain dengan sistem waralaba. Kini usahanya tersebar di 20 cabang.

Usaha Hengky memang laris. Ketika membuka cabang di kompleks Bintaro Sektor III, bakmi Hengky menyebabkan lalu lintas macet. Warga Bintaro memprotes Bakmi Japos yang dianggap sebagai biang kemacetan. Oleh pengembang Hengky diminta pindah usaha. Namun, berkahnya, Hengky mendapat tempat lain di Bintaro yang lebih representatif. Berkah lain, orang yang dulu bertugas menutup cabang itu juga kecipratan rejeki dari mi. Kini mereka bergabung sebagai pemegang izin waralaba, alias ikut jualan mi.

************

BEGITULAH, mi telah menjadi penghidupan dan menghidupi banyak orang. Ini pemandangan lain dari para pejuang hidup yang mengandalkan mi. Lihatlah para perajin atau pembuat bahan mi yang bergabung dalam Paguyuban Tunggal Rasa, Jakarta. Mereka mempunyai anggota sekitar 70 orang. Setiap anggota memproduksi mi untuk memasok kebutuhan sekitar 40-400 penjual mi gerobakan.

Bisa dihitung berapa orang yang menggantungkan hidup pada mi. Padahal, jumlah 70 anggota itu adalah yang resmi terdaftar. Konon, jumlah perajin mi di Jakarta saja ada sekitar 120 dan masing-masing mempunyai pasukan mi yang dinikmati rakyat.

Menurut Wakidi, selaku Ketua Paguyuban Tunggal Rasa, para perajin selain memasok bahan mi juga menyediakan gerobak, mangkok dan segala piranti yang dibutuhkan penjual mi.

“Saya juga menyediakan pemondokan bagi pedagang mi yang menggunakan produk saya,” kata Wakidi yang ditemui di tempat kerjanya di bilangan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Organisasi yang menghimpun pembuat mi itu mempunyai program mendidik pedagang mi menjadi perajin mi. Minimal dalam lima tahun mereka menargetkan seorang penjual mi keliling harus mampu menjadi perajin mi. Jakarta bukan satu-satunya bagi paguyuban serupa. Jika di kota lain terdapat paguyuban perajin mi semacam itu, betapa mi diam-diam telah menggerakkan kehidupan rakyat. Mereka menciptakan lahan pekerjaan bagi rakyat.

Etos kerja keras juga terlihat dari bakmi Jawa Gunung Kidul. Usaha yang dimulai 1996 ini bermula dari kebangkrutan pedagang mi di Semanu, Gunung Kidul. Mereka kemudian diberi kesempatan membuka warung di emperan toko di kawasan Jati Bening, Bekasi. Setelah terbukti laris, usaha itu dikelola dengan manajemen yang tertata di bawah Koperasi Usaha Bakmi Jawa yang kini mempunyai 12 cabang di Jakarta dan sekitarnya.

Nama Gunung Kidul, wilayah Kabupaten di Yogyakarta itu memang bagi sebagian orang dikenal sebagai daerah tandus yang mengingatkan orang pada gaplek atau tiwul. Benyamin Sudarmadi dari Bakmi Jawa Gunung Kidul sengaja membawa nama kampung halamannya untuk menunjukkan bahwa kesan minus daerahnya tak identik dengan semangat loyo. Dan menurut pria kelahiran Gunung Kidul, itu semua akan dilawan dengan kerja keras pasukan penjual mi dari Gunung Kidul itu.

************

KISAH perjuangan “tukang mi” adalah kisah pekerti manusia ulet, tekun, dan pantang menyerah dalam merebut kehidupan yang lebih baik. Mereka bekerja dengan sukacita dan kecintaan profesi, dengan gairah, semangat, dan sungguh-sungguh yang diistilahkan “tukang mi” dari Bakmi GM sebagai passion.

“Kami perlu passion untuk bekerja. Kami mencintai benar pekerjaan jualan mi. Tanpa passion kami akan capek dan susah kerja. Dengan mencintai pekerjaan, kami jadi bersemangat mencari sesuatu yang lebih baik untuk pelanggan,” kata Peily Dian Lie dari Bakmi GM.

Bangsa yang menurut Franz Magnis-Suseno tinggal menunggu waktu masuk jurang ini
sepertinya ada baiknya belajar dari kerja keras praktisi mi. Mereka terbukti telah
bertahan hidup dan menghidupi dengan bekerja ekstra keras-bukan dengan mengeluh dan
banyak mulut (tanpa korupsi pula). Sayang, belum ada Partai Bakmi. (ETA/EDN/LUK/ARN/CP/XAR)

Sumber: Kompas, Minggu, 28 September 2003

Do it…!

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , on Oktober 12, 2008 by judi2010

Abel adalah seorang seperti gadis pada umumnya, usianya sekitar 22-an, tidak jelek untuk ukuran gadis kota, apalagi dia baru lulus dengan predikat yang cukup bagus dari salah satu universitas ternama di negeri ini.

Bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan sibuknya, meski dia pernah ditawari bekerja di salah satu perusahaan milik pamannya, ia memilih mencari pekerjaan baru lain yang dianggap lebih layak dan lebih cocok untuk dirinya.

Berpuluh-puluh surat lamaran pekerjaan ia kirimkan ke perusahaan-perusahaan terkemuka, namun belum hingga saat ini belum nampak hasilnya. Untuk mensukseskan harapannya, Abel sering menghabiskan waktu untuk membaca-baca buku yang bisa membantunya dalam wawancara nanti.

“Cara mendapatkan pekerjaan dalam 14 hari”, “Sukses dalam seminggu”, “21 cara lolos wawancara”, “Mengakali Psikotes”, menjadi buku-buku sarapan abel setiap hari.

Hari-hari awal wawancara mulai, Abel mulai mendapat panggilan wawancara dan tes di beberapa perusahaan terkemuka, seluruh tes dan wawancara awal selalu ia lewati hingga dia mau ke wawancara berikutnya.

Kebanyakan dari tes-tes yang dilalui abel selalu mengantarkan Abel hingga test terakhir, namun sayangnya justru di saat-saat test terakhir itu Abel tidak lulus. Hingga suatu saat abel sangat bersemangat ia pasti diterima oleh sebuah perusahaan internasional yang bonafid dimana ia sangat yakin dapat lulus semua tes. Namun sayang, meskipun ia begitu yakin dengan semua pengetahuan yang ia miliki apalagi dibantu dengan kiat-kiat yang ia pelajari selama ini, tetap saja di ia tidak diterima.

Akhirnya Abel duduk termenung, satu-satunya harapan dia untuk mendapatkan pekerjaan di tempat bergengsi pupuslah sudah, di warung kaki lima di belakang perkantoran mewah itu abel hanya duduk terdiam sambil membeli sebotol limun yang tersedia disana.Ibu tua yang berjualan di warung tersebut yang memperhatikan Abel sejak tadi bertanya.”Knapa mbak, sepertinya kehilangan sesuatu”? “Oh, tidak bu, saya cuma merasa kesal, karena saya gagal lagi di tes terakhir, padahal saya sudah tahu semua pertanyaan dan bisa menjawabnya dengan sempurna” jawab abel.”Bukankah masih banyak pekerjaan lain untuk orang seusia dan secantik mbak ini?” ujar si ibu.”Sebetulnya banyak bu, hanya saja kurang cocok, sayang dengan ilmu pengetahuan yang sudah saya miliki, lagipula saya yakin sekali saya lulus dengan wawancara tadi ” kata Abel.

Sambil mencuci gelas-gelas kotor, si ibu bercerita, “Perjalanan hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan membaca buku teori, tapi kita mesti menjalaninya, tidak ada pekerjaan yang tak bemanfaat jika kita mau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dulu saya kira ketika saya menjadi tukang cuci di rumah makan saya tidak akan mendapatkan apa-apa selain upah, tapi itu salah, pekerjaan yang tidak saya sukai itu ternyata memberi saya banyak pelajaran, hingga akhirnya saya memutuskan membuka warung disini sejak 14 tahun lalu, sekarang tiga anak saya sudah menjadi sarjana, yang pertama sekarang memiliki usaha di Australia, yang kedua tidak mau bekerja, melanjutkan sekolah sambil membantu ibu di warung ini, sedangkan yang ketiga kemarin setelah lulus ikut membantu kakaknya di Australia” Abel menimpali, “Usaha apa yang dimiliki anak pertama ibu di Australia, lalu si adik bekerja jadi apa? Manajernya ?”
“Anak ibu yang pertama menjadi pemilik usaha siap saji disana, adiknya sekarang cukup menjadi tukang cuci piring dahulu” jawab sang ibu

Siapakah dia…?

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , on September 7, 2008 by judi2010

Beberapa waktu lalu ada seorang pemuda yang berdiam di Australia. Pada waktu ia masih bersekolah di SMA, pemuda ini adalah seorang aktor yang tampan dan berbakat. Suatu hari ia hijrah ke sebuah kota besar di Sidney. Karena sulit mecari pekerjaan di kota besar ini ia terpaksa harus bekerja di sebuah dok kapal yang berlokasi di daerah yang kurang ramah dan banyak penjahatnya.

Pada suatu malam, ketika ia sedang berjalan pulang dari tempat kerjanya, ia ditodong oleh beberapa penjahat. Pemuda ini mencoba untuk melawan mereka namun karena kalah banyak ia malah dihajar sampai babak belur setengah mati dan ditinggalkan di jalan. Untungnya, ada seorang polisi yang menemukannya dua jam kemudian dan polisi tersebut segera melarikannya ke sebuah rumah sakit. Di rumah sakit para dokter dan perawat sempat terperanjat melihat kondisi pemuda ini yang masih dapat bertahan hidup melihat kondisinya sebenarnya yang sudah amat parah. Wajahnya hancur sampai hampir tidak bisa dikenali lagi akibat pukulan, tendangan dan sayatan yang bertubi-tubi. Kulit wajahnya terkelupas, kedua pelupuk matanya sobek dan bola matanya seperti kelihatan bergantungan di wajahnya. Dan hidungnya boleh dikatakan sudah tidak berbentuk lagi. Para dokter akhirnya mampu menyelamatkan nyawa pemuda tersebut namun mereka tidak dapat berbuat banyak terhadap wajahnya sehingga ia menjadi seorang pemuda tanpa wajah.

Karena kondisi wajahnya ini, tidak seorangpun yang mau memberinya pekerjaan. Pemuda ini ahirnya bekerja di sebuah sirkus yang mempertontonkan mahluk-mahluk aneh dengan julukan “The Man without a Face” sampai suatu saat ia berhenti bekerja karena tidak tahan melihat wajahnya sendiri di cermin. Dikarenakan kondisinya yang demikian ia kemudian mencoba untuk bunuh diri. Namun, entah mengapa, ada sesuatu yang menggerakkan hatinya untuk melangkahkan kakinya ke sebuah gereja. Ia duduk di bangku paling belakang dan merenungkan keadaan tubuhnya. Ia mulai terisak-isak dan akhirnya menangis meraung-raung sampai akhirnya seorang pastor datang dan bertanya kepadanya. Ia menceritakan kepada pastor tersebut kejadian yang menimpa dirinya dan tentang keinginannya untuk bunuh diri.

Pastor itu berkata kepada pemuda tersebut bahwa ia akan mencoba semampunya untuk menolongnya dengan satu syarat, yaitu bahwa pemuda tersebut harus berjanji untuk selalu setia dan mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan. Pemuda tersebut kemudian setuju dan berjanji kepada Tuhan untuk setia dan melayani Tuhan. Sejak hari itu, pemuda tersebut selalu hadir pada misa dan doa harian. Pastor tersebut juga membantunya dengan memberinya konseling. Setelah beberapa saat pemuda ini mengalami kemajuan, ia sudah tidak lagi berputus asa, ia mulai bisa menerima kondisi wajahnya karena ia tahu bahwa Tuhan selalu besertanya. Ia bahkan mulai bisa bercanda mengenai keadaan wajahnya. Ia mulai menemukan jati dirinya yang dulu lagi, muda dan penuh dengan semangat hidup, walaupun wajahnya masih rusak.

Suatu hari, pastor tersebut berhasil menemukan dan berbicara pada seorang dokter ahli bedah plastik terkemuka di Australia. Dokter tersebut setuju untuk berusaha mengembalikan bentuk wajah pemuda tersebut, namun dia tidak mau menjanjikan mukjizat pada pastor tersebut. Ketika hal ini disampaikan kepada pemuda tersebut, ia setuju untuk menjalani operasi plastik dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Biarlah Tuhan yang menentukan apa yang akan terjadi. secara ajaib, operasi tersebut berhasil dengan amat sukses dan pemuda tersebut memperoleh kembali wajahnya yang pernah rusak parah.

Ada yang tahu siapakah pemuda ini? Dia aktor terkenal pemeran film-film seperti Braveheart, Lethal Weapon, The Patriot, serta Sutradara The Passion Of The Christ. Dia adalah Mel Gibson.

Belajar dari seekor “Anjing…!”

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 25, 2008 by judi2010

PATUT DICONTOH BAGI ORANG-ORANG YANG SUDAH LUNTUR KESETIA – KAWANAN NYA DI JAMAN SEKARANG INI ……… !!

Seekor anjing berada di tengah jalan menjaga anjing lain yang tergeletak karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.

Dia terus berusaha mendorong temannya yang ternyata telah mati kesisi lain jalan, tetapi dia terlalu lemah untuk melakukan itu. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir orang-orang yang mendekati temannya yang telah mati itu.

Walaupun lalulintas padat, dia tetap saja tidak mau beranjak dari tubuh sahabatnya.


Banyak orang menyaksikan kejadian yang sangat mengharukan ini, bagaimana seekor anjing bisa menunjukkan kesetiaan terhadap temannya !!

Sumber berita ini dipetik dari: yauhui.net

Mengapa Takut Menjual??

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , on Agustus 20, 2008 by judi2010

Tersenyum penuh tawa ketika saya membaca artikel salah satu blog milik kang dony..teringat saya akan masalalu saya yang kelam. masalalu dimana saya menghindari sebuah profesi yang saya anggap “ngak punya bobot” yaitu jadi Sales (marketing). Gemana gak…kuliah cape2 di Universitas besar dengan reputasi “amat baik” harus jadi seles..(he..he..gengsi donk ..mau ditaro dimana muka gua). Dari dulu gak pernah mimpi…buat saya, saya harus mendapat pekerjaan yangg layak sesuai dengan tingkat pendidikan saya. (what ??apa coba..??) minimal harus duduk jadi HRD, terserah tuh perusahaan masuk katagori perusahaan kelas apa. Pokok nya jangan jadi SALES..!

puluhan lembar lamaran kerja dah jadi karya seni..buat lamaran kerja yang oke dan menarik untuk dapat diterima kerja diperusahaan. Panggilan-paggilan kerja dan interview dah gak kehitung.

untuk menjadi HRD saya harus berhadapan dengan banyak test …mulai dari EPPS,Grafis,Dll (kalau dijelasin juga belum tentu yg baca ngerti he..hee). namun test hanyalah sebuah test…untuk mengetahui diterima atau tidak saya akan dikabari selanjutnya. Dan menunggu panggilan adalah pekerjaan rutin buat saya. Hingga akhirnya saya menyerah, dan menerima panggilan kerja sebagai Marketing Eksekutive di sebuah perusahann Cash register (mesin kasir). Malu sebenarnya, tapi mau apalagi,dari pada dicurigaiin melulu kalau ada barang hilang dilingkungan rumah…(maklum gak punya penghasilan)…Maka jadilah saya yang terhormat ini, jadi seorang SALES..! Nawarin barang-barang door-to-door untuk restoran dan supermarket. Di Tolak, dihina kualitas barangnya, bahkan gak jarang dihina harga dirinya kerena gak memberikan servis yg baik. Bahkan ditipu puluhan juta juga pernah…anjrit…hina banget sih neh profesi Sales..

“I am QUITTTTTTT……! “ Gak nyanggup deh…cukup deh satu tahun setenggah jadi seles. Gua mau jadi HRD yang terhormat…dan terima uang terima kasih setiap nerima karyawan baru..,(rusak gah sih yah mental gua????). Dan akhirnya Tuhan memberikan saya “kehormatan” duduk dibelakang meja jadi HRD..disebuah perusahann Otomotif….Weh keren gak tuh…duduk diruang AC dengan meja sendiri…mau apa-apa tinggal nyuruh Office boy…Gaji?? standar lah…buat orang yang pergi pagi pulang petang untuk kerja yang gak ada habisnya…Dan ternyataaaaaaaa…duduk dibelakang meja itu juga gak enak. Sepi …,sepi dari Interaksi, dan sepi dari pembeli dan sepi pula dari GAJI..(loh..loh..?). Yup…! sepi dari gaji. Slip gajinya gak rame…gak ada tulisan yg namanya “KOMISI”...gaji TOK. Jreeeng…! inilah awal kesadaran saya….! dulu sewaktu di sales…saya bisa bayarin makan Maneger perusahann atau bagian pembelian,bahkan gak jarang saya ngasih komisi buat orang2 yang meng ACC pembelian produk perusahaann dengan cara transfer kerekening orang-orang yang berkepentingan..Tapi Demi TUHAN…bukan saya yang memulai, tapi mereka yg meminta…haram bagi saya jual barang dengan cara sogok kiri-sogok kanan.

Oh..indahnya saat itu kondisi saya dibandingkan saat saya duduk diam sebagai Seorang HRD yg “terhormat”. hingga akhirnya saya “Quit”..dan kembali jadi SALES…..! yang mendorong saya kambali menjadi Sales adalah uang, Saya ingin sukses…saya ingin kaya…saya ingin punya mimpi…mimpi jadi kaya…….“Freeeeeeeedddddooooommm”

Setelah kembali jadi sales, ternyata membuat saya jadi gila…”gila menjual” apapun saya jual…“bahkan saya menjual diri saya..!”

Keinginan untuk menjadi kaya membuat saya banyak belajar bagaimana caranya menjadi kaya . Banyak buku dan teori bagaimana untuk menjadi kaya saya baca dan pelajari,pokoknya yang berhubungan dengan kebebasan Finasial habis saya baca,hingga saya pun jadi tahu kalau Ki joko bodo juga punya teori sendiri bagaimana menjadi kaya…(tapi mohon jangan diikuti yah)…bagi saya kaya = menjual…Jual..dan jual…Aburizal Bakrie dan Yusuf Kalla pun menjual…Bill getes juga menjual…lalu kenapa harus menghindari dari kata2 menjual…?? bukankah setiap perusahaan besar juga menjual? Coba deh perusahaan besar mana yang tidak menjual? jual produk atau jual jasa. Dan hampir bisa dipastikan mereka-mereka yang sukses dibisnis dulunya adalah penjual…mereka juga dulu mengalami masa-masa sulit dalam menjual..ditolak…,dihina,suasah payah cari pembeli Dll…Pengalaman yang membuat mereka matang dalam menjual. Mereka terus belajar bagaiman caranya menjual dan jadi penjual yang baik…jadi kanapa harus malu menyadang kata “Penjual”…bukankah seorang karyawan juga seorang penjual ? penjual jasa…dan penjual waktu dan tenaga..! bahkan sering Karyawan yang paling tidak berbakat sekalipun bisa mendadak jadi menjual yang handal…Disaat mereka terdesak karena orangtua atau anak mereka sakit..tak jarang mereka jadi penjual untuk barang milik mereka sendiri…motor,mobil dll,,,

Warren Buffet, Orang Terkaya di Dunia

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 18, 2008 by judi2010

Warren Buffet, Orang Terkaya di Dunia

Aug 11, 2008 in Artikel, Berita

Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri raksasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh. ( sumber : http://www.sudutpandang.com/ )

Warren Buffett, Sang Pendepak Bill Gates

Warrent Buffett – foto diambil dari majalah Adbuster

Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.

Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.
Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]

Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.
Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]

Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu.
Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu.
Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [ Don’t buy more than what you “really need” and encourage your children to do and think the same ]

Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.
Pesan : Jadilah apa adanya. [ You are what you are ]

Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.
Pesan : Berhematlah [ Always think how you can accomplish things economically ]

Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.
Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.
Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.
Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]

Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya.
Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham.
Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.
Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [ Set goals and make sure people focus on them ]

Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.
Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.
Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [ Don’t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]

Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu.
Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.
Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.

Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:

Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :

Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.

Hiduplah secara sederhana.

Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.

Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.

Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;
gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.

Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri.
Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.

Source

Anda dapat download slide Wawancara ini -> LessonFromBuffett.pps

werren buffet

FOCUS

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , on Juli 7, 2008 by judi2010

Bismillaahirrahmaanirrahiim
yth. judi

Istri saya pernah menunjukkan keheranannya karena dalam desktop
computer saya selalu terpampang tulisan “Fokus atau Miskin” dengan
hurup besar berlatar gambar anak dan istri saya. Dia juga pernah
heran karena di atas monitor computer saya selalu ada tulisan
“Nilai Tambah & Faktor Kali”. Setelah saya jelaskan, kemudian di
memeluk saya. Bangga.

Focus? Makhluk apaan tuh. Karena focus itu seorang kaya raya. Tidak
ada fucos tidak ada kekayaan. Saving kekayaan Anda dimulai saat
judi mulai focus. Seberapa besar kekayaan yang akan
judi dapat bergantung seberapa besar focus judi.
Lupakan kekeyaan jika Anda tidak mau focus. Tidak focus berarti
judi buang-buang waktu. Karena itu,
JANGAN PERNAH kehilangan focus.

Focus adalah konsentrasi penuh pada apa yang menurut Anda menjadi
masa depan judi. Profesi apapun menjanjikan masa depan jika
judi focus. Bahkan dari sampah saja orang bisa kaya jika
focus. Apalagi profesi seperti menulis.

Manusia itu umumnya memiliki sifat rakus, ingin selalu mencoba dan
mendapatkan semuanya. Al-Quran bahkan menggambarkan sebagai
makhluk yang penuh ketergesa-gesaan. Manusia bahkan lupa bahwa
waktu yang milikinya sangat terbatas dan tak mungkin menjadi ahli
dalam segala bidang.

Kenapa saya agak emosional jika bicara focus, karena ini vital dan
tidak semua orang siap dengan ini. Saya sebenarnya hanya ingin
mengatakan, jika Anda memilih jurnalistik pilihan masa depan Anda,
FOCUS, FUCOS, FOCUS hingga Anda mendapatkan semuanya. Focus berarti
pelajari dan praktekkan semua yang terkait dengan jusnalistik,
hentikan aktivitas selain jurnalistik sebelum Anda sukses.

Seperti halnya kaca suryakanta, letakkan di bawah sinar matahari
dan focuskan dalam satu titik, kertas akan terbakar. Coba Anda
goyang-goyangkan, sampai kapanpun tidak akan pernah membakar.

Lho… bagaimana ini? Saya suka mancing, jalan-jalan, saya juga
pegawai negeri/swasta, dll. Saya sarankan, semuanya hanya refresing
saja,hiburan untuk menghilangkan penat saat menekuni jurnalistik.
Tidak lebih.Focus Anda tetap di jurnalistik.

Tapi saya tertarik juga dengan profesi lain seperti bisnis
internet, bisnis ritel, proferti, dll? SAYA SARANKAN nanti setelah
sukses di jurnalistik.TITIK.

Anda tidak akan pernah sukses jika dalam waktu bersamaan menggarap
semuanya. Sukseskan dulu satu persatu, baru menggarap lainnya.

Saya yakin Anda tidak mungkin menangkap semua yang saya jelaskan di
atas. Jika Ingin jauh lebih lengkap, Anda harus baca “Peta Harta
Karun” saya jelaslah semuanya bahkan profesi lain yang
menguntungkan pun saya jelaskan semua.
semoga bermanfaat untuk judi

Mulailah dengan perasaan senang

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , on Juli 2, 2008 by judi2010

Banyak orang ingin berbisnis, Tapi bingung harus memulai dari mana. Ada keinginan tapi kadang terbentur Modal. Ada modal tapi bingung mau usaha apa. Takut salah jalan hingga akhirnya modal habis dan harapan sukses punah. Padahal sukses itu bukan cuma harapan setiap orang, TAPI KEHARUSAN. Takut gagal itu biasa bagi semua orang, tapi takut sukses itu lah penyakit orang sekarang. Selalu punya banyak alasan penundaan untuk memulai sebuah langkah bisnis. Padahal kunci sukses amatlah mudah…bahkan terlalu mudah. Hanya yang jadi masalah”Ketakutan Gagal itulah yang menyebabkan semua jadi terlalu sulit. Padahal kunci sukses hanya beberapa langkah seperti dibawah ini.

1. Mulailah berbisnis untuk hal yang anda ketahui dan kuasai.
2. Fokus terhadap bisnis yang ada ketahui dan kuasai. jangan tergoda bisnis Booming..!
3. Lakukan perbaikan dari setiap langkah anda yang salah dengan mencatat kesalahan itu.
4. Ubah kebiasaan dan tampilan kepribadian anda menjadi lebih positif. jauhi kebiasaan merugikan seperti merokok, minum-minuman keras atau perbuatan lainnya yang berkonotasi negatif. karena ini bisa mempengaruhi CITRA DIRI dan KONSEP DIRI anda menjadi Negatif. Karena Orang sukses biasanya memiliki kebiasaan,Citra diri dan Konsep diri yang baik pula.
5. Mau berpikir berbeda dengan orang lain…(maksudnya Kraetiflah….) karena ini yang akan membedakan sukses tiap orang. Contohnya: Pada awalnya Siapa sangka orang jualan minuman air putih dalam kemasan bisa laku dipasaran. Hingga akhirnya banyak perusahaan sejenis yang mengikutinya. Jadilah PERINTIS…bukan pengikut .
6. Berbisnislah dengan kayakinan dan perasaan senang.

So.. gemana kalau yang mau berbisnis tapi gak punya modal..? Tapi pingin sukses…kenapa tidak.?
anda bisa saja bisnis tanpa modal yang penting anda berani mencoba. contoh kasus begini: “Sadar gak kita kalau kehidupan disekitar kita banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan utamanya. Nah kalau kita bisa mengambil peluang kenapa tidak..? Kenapa tidak kita bantu mereka untuk membayar tagihan PLN ,PAM,Telepon,dan lain-lainnya…? anda bayangkan kalau satu rumah memberi Ongkos kepada anda Rp. 5.ooo – untuk pembayaran PLN. Berapa yang anda dapat kalau satu RT pakai jasa anda setiap bulan. taruhlah satu RT itu ada 40 Rumah. berarti Rp5.000
x 40 = 200.000 perbulan untuk pemasukan anda..kecil yah…? eiiiit nanti dulu…itu cuma untuk pembayaran PLN. bagaimana kalau untuk PAM dan telepon? tanggal jatuh temponya kadang suka tidak berbarengan loh…jadi Rp.200.000 x 2 = 400.000. Rp. 400.000- perbulan kecil yah…? eeit nanti dulu….itu khan cuma satu RT…gemana kalau 2 atau 3 bahkan 4 RT yang butuh jasa anda…? hitung aja deh sendiri….atau bisa saja sebagai sampingan anda berbisnis Online di internet secara GRATISAN…kalau anda tertarik coba aja klik disini
Siapa tahu anda bisa sukses dibisnis tanpa modal ini.

JALAN MENUJU SURGA

Posted in motivasi dengan kaitan (tags) , , , on Juli 1, 2008 by judi2010

Setiap orang yang hidup sudah tentu ingin hidupnya bahagia,cukup sandang,cukup pangan. Bahkan kalau bisa semua bisa berlebih, punya mobil mewah, rumah bagus dan indah, serta sumber “uang yang mengalir deras” seperti sungai yang mengalir tiada henti.Pada Intinya setiap manusia yang hidup selalu ingin mendapatkan kemudahan dan kesenangan. Yang namanya penderitaan kalau bisa “jauh-jauh deh dari hidup”. Kebahagian yang dicari dan diusahakan, penderitaan dan kesusahan dihindari. hampir setiap orang ketika ditanya,”Mana yang anda pilih,Surga atau neraka..? Ternyata hampir 100% semua menjawab “Saya Mau masuk sorga..!”. Wajar saja jawaban itu bakal banyak kita temukan. Karena siapa sih didunia ini yang mau susah dan menderita… Semua orang ,baik petani, profesor,buruh, ibu rumahtangga,bapak-bapak, anak-anak, semua mau masuk sorga. Tapi coba deh sekali2 kita tanya pada mereka yang ingin masuk surga..”Siapa yang mau matiiiii….?” 99.9% mereka pasti bilang “saya ngaak mauuu ah..” takut….iihh..! Lucu dan mengelikan. tapi disitulah ironinya “Semua orang mau masuk surga, tapi ketika ditanya siapa yang mau mati tapi meraka menolak untuk mati…PADAHAL UNTUK MASUK SURGA MEREKA HARUS MATI DAHULU…..itulah ironinya…meraka mau hidup senang tapi takut menjalani proses menjadi senang. Mau kaya tapi gak mau kerja keras. Mau hidup nyaman tapi tidak mau susah payah dahulu untuk mencapai kenyamanan itu.Yakin lah didunia ini tidak ada yang gratis…semua harus dibayar dimuka.kalau pingin kaya bayar itu sekarang dengan kerja keras…