Arsip untuk info kesehatan kategori

Manfaat buah Pare

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , , on Oktober 4, 2009 by judi2010

150Anda tidak menyukai pare karena pahit? Jangan dulu menghindari jenis sayuran yang satu ini. Dibalik rasa pahitnya, ternyata pare mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya sebagai anti kanker.

Pare mengandung kadar betakaroten dua kali lipat lebih banyak dari brokoli. Pare juga mengandung betakaroten yang sangat bagus untuk membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.

Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa vmembanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.

Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan China, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah.

Khasiat pare lainnya yaitu, kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.

Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikhawatirkan kadar gula anak akan anjlok.

Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi pare karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.

Sumber:

http://tubuhsehat.blogdetik.com/2008/10/09/pare-dan-manfaatnya/

Hernia sebuah yang nama indah Untuk Sebuah penyakit

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , on September 27, 2009 by judi2010

hernia_hiatal1

Namanya terkesan indah. Bisa-bisa kita membayangkan seorang wanita cantik. Padahal hernia itu nama gangguan kesehatan yang umumnya diderita pria. Meski kebanyakan menyerang manula, ia juga bisa terjadi pada anak-anak. Oleh khalayak ramai, hernia dikenal sebagai turun berok atau burut.

Pak Jaya, 51 tahun, datang ke dokter mengeluh ada benjolan sebesar telur puyuh di lipat paha sebelah kanan. Benjolan itu keluar kalau ia berdiri, batuk-batuk, dan sehabis buang air besar, dan menghilang di pagi hari. Setelah diperiksa, ternyata Pak Jaya menderita hernia. Dokter pun menganjurkannya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah.

Nama penyakit ini berasal dari bahasa Latin, herniae, yang berarti penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah (defek) pada dinding rongga itu. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Hernia dibedakan atas beberapa jenis. Penamaannya disesuaikan menurut letaknya. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi di lipat paha. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. Bila terjadi di paha disebut hernia femoralis, di pusar dinamai hernia umbilikalis, dan di sekat rongga badan dijuluki hernia diafragmatika.

Selain itu, ada jenis hernia insisional, yakni yang terjadi setelah suatu pembedahan. Karena setelah pembedahan biasanya kekuatan jaringan tidak seratus persen kembali seperti semula, daerah itu kemudian menjadi lemah dan dapat mengalami hernia.

Otot dinding rongga perut melemah

*
Masyarakat awam menyangka, hernia merupakan gangguan kesehatan hanya pada kalangan estewe (setengah tua) atau usia lanjut.

Padahal, sebenarnya hernia dapat juga terjadi pada anak-anak. Ia juga lebih sering dialami laki-laki ketimbang perempuan. Ini terjadi karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. Pada janin laki-laki, testis (buah pelir) turun dari rongga perut menuju skrotum (kantung kemaluan) pada bulan ketujuh hingga kedelapan usia kehamilan. Lubang yang berupa saluran itu akan menutup menjelang kelahiran atau sebelum anak mencapai usia satu tahun. Ketika dewasa, daerah itu dapat menjadi titik lemah yang potensial mengalami hernia.

Penderitanya sering mengeluhkan adanya benjolan yang tidak nyeri namun cukup mengganggu. Seberapa jauh mengganggunya, tergantung seberapa besar penonjolannya. Penonjolan muncul karena adanya kelemahan anatomis pada otot dinding perut menimbulkan penonjolan di tempat yang lemah tadi. Kondisi menjadi lebih parah bila ada dorongan akibat peningkatan tekanan di dalam rongga perut. Misalnya, akibat mengejan ketika buang air, batuk-batuk, atau mengangkat beban berat.

Menurut dr. Rudi Hartanto, dokter spesialis bedah, pada bayi dan anak-anak, hernia merupakan keadaan bawaan sejak lahir (kongenital) dan berisi cairan. Jadi bukan hernia inguinalis pada umumnya yang berisi bagian usus. Hernia pada anak-anak terjadi karena hubungan antara rongga perut dan kantung kemaluan, yang merupakan tempat testis bergerak turun dari rongga perut ke kantung kemaluan ketika anak masih dalam kandungan, tetap ada.

Pada orang dewasa, hernia terjadi karena dua faktor utama.

Pertama, adanya otot dinding rongga, misalnya perut, yang lemah. Kedua, dorongan yang menyebabkan tekanan di dalam rongga perut meningkat. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi pada usia lanjut, karena pada umur tua otot dinding rongga perut melemah. Sejalan dengan bertambahnya umur, organ dan jaringan tubuh mengalami proses degenerasi. Pada wanita, kegemukan juga dapat memungkinkan timbulnya daerah yang lemah. Keadaan-keadaan itu, jika ditambah dengan faktor kedua tadi, dapat mengakibatkan usus terdorong ke dalam “daerah perbatasan” yang lemah tadi dan menonjol ke luar.

Pendapat lain menyatakan, kebiasaan merokok, penyakit yang mengenai jaringan ikat, dan penyakit gula (diabetes melitus) juga dapat mempengaruhi timbulnya hernia. Ketiganya berkaitan dengan gangguan metabolisme pada jaringan ikat.

Hernia ringan bisa bersifat reponibel, yaitu bagian usus yang keluar dapat masuk kembali ke rongga perut jika penderita berbaring atau didorong sendiri oleh penderita. Yang celaka bila hernia sudah masuk ke tahap selanjutnya, yang ireponibel. Pada tahapan ini isi hernia yang keluar tidak bisa masuk kembali meskipun didorong dari luar.

Kita juga perlu waspada jika cincin hernia berdiameter kecil. Pasalnya, bila sudah ada usus yang keluar, dengan tekanan rongga perut yang bertambah, bagian usus dapat keluar lebih banyak lagi dari lubang itu. Bila terus berlanjut, bisa menjadi hernia inkaserata, yakni bagian usus yang terjebak tidak dapat kembali. Atau menjadi hernia strangulata karena usus yang terjebak tadi dapat mengalami pembusukan dan mati karena tidak mendapat pasokan darah.

Lebih baik segera dioperasi

*
Hernia pada orang dewasa sebaiknya ditangani sedini mungkin. Bila didiamkan dan bertambah parah, nyawa bisa jadi taruhannya.

“Terapinya tak ada jalan lain, kecuali operasi,” dr. Rudi menegaskan. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Karena penyebabnya keadaan anatomi yang melemah atau mengalami kelainan, pembedahan memang menjadi satu-satunya terapi.

Pembedahan untuk menangani hernia ini termasuk tindakan bedah yang sering dilakukan. “Operasi penderita hernia merupakan tindakan bedah kedua tersering setelah operasi usus buntu (apendisitis),” ujar dr. Rudi yang berperawakan tinggi dan ramah

Pada orang dewasa, pembedahan dilakukan untuk menutup lubang dan memperkuat bagian yang lemah. Otot perut dirapatkan menutupi lubang yang ada. Pada zaman baheula, operasi dilakukan dengan menempatkan penderita dalam “posisi Trendelenburg” (kepala di bawah) agar isi hernia masuk kembali ke rongga perut oleh gaya gravitasi Bumi.

Pembedahan dapat dilakukan terencana, tidak harus segera. Khusus untuk hernia inkarserata dan strangulata, tindakan operasi harus segera dilakukan. Bila tidak, bagian isi hernia yang terjepit lalu membusuk dan bisa menjadi sumber infeksi ke seluruh dinding usus (peritonitis). Akibat yang lebih buruk adalah kematian bagi penderitanya.

Setelah operasi, semuanya jadi beres? Belum tentu. Penderita biasanya masih mengeluh soal lain. Setelah operasi ia merasakan bagian yang dioperasi seperti tertarik dan nyeri.

Untuk mengatasi keluhan tadi, kini tersedia jala sintetis yang dikenal dengan mesh. Penggunaannya menguntungkan bagi penderita pascaoperasi, karena otot perutnya tidak lagi ditarik, sehingga penderita tidak akan merasa nyeri.

Selain tindakan bedah konvensional, kini juga ada terapi dengan teknik bedah laparoskopi. Keuntungan teknik ini antara lain, luka operasinya kecil sehingga penyembuhannya pun lebih cepat. Namun, teknik ini lebih rumit dan lebih mahal. Celakanya, hasil yang diperoleh dinilai tidak begitu maksimal, sehingga para dokter lebih memilih teknik biasa.

“Pada anak-anak, sebelum anak mencapai usia satu tahun, biasanya belum dilakukan tindakan. Diharapkan, lubang akan menutup sendiri mengikuti pertumbuhannya,” tambah dokter lulusan Belgia ini. “Namun, jika setelah berusia satu tahun, lubang masih terbuka, dokter akan menganjurkan operasi. Kalau dibiarkan, lubang dapat bertambah besar. Ketika anak mulai berjalan dan beraktivitas, lubang tadi dapat terus membesar akibat dorongan terus-menerus. Akibatnya, tidak hanya cairan yang keluar, usus pun dapat keluar, sehingga berlanjut menjadi hernia.” Pada anak-anak, tindakan hanya ditujukan untuk menutup lubang.

Jangan sampai kambuh

*
Penderita hernia pascaoperasi bisa mengalami kekambuhan. Bila kekambuhan terjadi dalam beberapa bulan atau setahun, hal ini mungkin merupakan akibat dari pembedahan yang dilakukan.

Namun, bila kekambuhan terjadi setelah dua tahun atau lebih, tampaknya terjadi kelemahan fasia yang progresif. Hati-hati bila kekambuhan terjadi berulang. Kemungkinan hernia berkembang menjadi hernia inkarserata dan strangulata menjadi lebih besar.

Untuk mencegah kekambuhan, penderita harus menghindari hal-hal yang dapat meninggikan tekanan di dalam rongga perut, misalnya batuk dan bersin yang kuat, konstipasi (sembelit), mengejan, serta mengangkat barang berat. Misalnya, untuk menghindari batuk-batuk yang persisten, kalau ia perokok sebaiknya berhenti merokok. Jangan sampai ia harus mengejan, kalau ada kesulitan buang air kecil atau besar, sebaiknya segera berobat dan diatasi dulu. Kalau pekerjaan penderita sering menuntut dirinya mengangkat beban berat, sebaiknya ia minta dipindahtugaskan. Pada wanita yang kegemukan, dianjurkan untuk mengurangi bobot badan.

Terapi nonbedah berupa pemakaian penopang (truss) hanya bersifat menunjang, sama sekali tidak memperbaiki hernia itu, apalagi menyembuhkan. Cara ini diperuntukkan bagi penderita yang menolak operasi atau, karena keadaan yang tidak memungkinkan, tidak dapat dioperasi. Namun, untuk penderita yang menolak operasi, perlu dijelaskan bahwa keadaan penyakitnya dapat berlanjut dan akhirnya tetap diperlukan operasi. Pada keadaan lanjut itu, operasi akan menjadi lebih sulit, apalagi kalau sampai isi hernia tidak bisa dikembalikan ke tempat asalnya atau membusuk.

Jadi, dalam memandang hernia sebagai suatu penyakit, yang penting adalah penanganan secara dini dan pencegahan risiko lebih lanjut. (Intisari)

Kanker Tulang

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Agustus 4, 2009 by judi2010

tuamudaKANKER tulang dapat diderita anak kecil hingga lanjut usia. Kendati bisa bermula dari kanker lain yang menjalar, penyebab pastinya belum diketahui.

Ahli tulang dari Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta, Dr Achmad Basuki SpOT, mengungkapkan, kemunculan kanker tulang dapat terjadi begitu saja alias “de novo”. Artinya, bisa bermula dari sel tulang yang menjadi ganas.

Kanker tulang bisa diawali dari tumor, suatu istilah untuk menjelaskan adanya benjolan yang tidak normal pada tubuh. Menurut Achmad Basuki atau yang akrab disapa Abas, tumor tulang terbagi dua, yakni neoplasma musculoskeletal (sistem otot) dan neoplasma tulang.

Neoplasma (neos=baru dan plasma=pembentukan) adalah tumor yang terdiri dari jaringan baru abnormal, tumbuhnya berlebihan, tidak terkoordinasi, dan tumbuh terus walaupun rangsangan yang menyebabkannya sudah berhenti. Neoplasma dapat bersifat jinak atau ganas. Disebut jinak bila jaringan baru itu hanya menekan jaringan sekitarnya, dan dikatakan ganas bila mampu menembus jaringan sekitarnya hingga menjalar ke seluruh tubuh melalui darah dan cairan getah bening. Nah, berdasarkan jaringannya, neoplasma ganas inilah yang disebut kanker atau sarkoma.

“Tumor tulang ada yang sifatnya primer maupun sekunder. Untuk yang primer belum diketahui penyebabnya, sementara yang sekunder acap kali disebabkan penyebaran dari kanker di luar tulang,” papar Abas.

Secara umum, angka kasus tumor tulang ganas hingga saat ini memang terbilang masih rendah, yakni hanya sekitar 0,2 persen dari keseluruhan angka kanker, atau sekitar 0,8 kasus dari 100.000 populasi per tahun.

Kanker tulang itu sendiri ada banyak jenisnya. Beberapa yang ganas di antaranya osteosarkoma, ewing sarkoma dan kondrosarkoma. Osteosarkoma kerap ditemui pada anak-anak usia kurang dari 10 tahun atau remaja usia kurang dari 20. Sedangkan kondrosarkoma umumnya dialami usia 40-60. Menurut Abas, pembedaan nama tersebut didasarkan dari sel tulang mana tumor berasal. Misalnya, osteosarkoma berasal dari tulang osteus, sedangkan kondrosarkoma dari sel tulang rawan.

Tumor tulang banyak dialami di area kaki. Namun, pada pasien yang sudah pernah terkena kanker sebelumnya, terutama yang sudah stadium empat, bagian tulang belakang biasanya paling cepat diserang.

Abas mengemukakan, tidak seperti jaringan lunak, tulang merupakan organ padat yang tidak fleksibel. Jika terluka rasanya bisa sangat sakit yang disebabkan tekanan, bengkak atau benjolan. Perlu diketahui juga bahwasanya kanker tulang tidak ada hubungannya dengan trauma atau kejadian cedera akibat terjatuh. Namun, kita tetap harus waspada. Pasalnya, pada orang yang sudah membawa “bakat” kanker dalam tubuhnya, peristiwa cedera atau trauma tersebut bisa jadi menjadi awal mula diketahui adanya sel tumor tersebut.

Lantas, bagaimana mengetahui suatu benjolan termasuk tumor tulang atau bukan? Abas mencontohkan, saat terjatuh dan merasa sakit misalnya, seharusnya rasa sakit berkurang atau menghilang setelah diberi analgetik (obat penghilang rasa sakit). Tapi kenyataannya pada kasus tumor atau kanker tulang, rasa sakit itu tidak hilang dan malah terus bertambah dosis analgetiknya. Pada tahap akhir bahkan ada yang sampai memakai morfin untuk menghilangkan sakitnya.

“Rasa sakit ini biasanya akan lebih terasa pada malam hari. Terkadang keseleo sedikit saja sakitnya hebat. Gejala umum lokal lainnya seperti pembengkakan yang bertambah besar, juga terjadi penurunan keadaan umum seperti menurunnya berat badan dan daya tahan tubuh,” papar Abas seraya mengungkapkan bahwa tumor dapat tumbuh dengan cepat dalam hitungan bulan.

Untuk mendeteksi keberadaan sel tumor dapat dilakukan pemeriksaan sederhana dengan sinar X, di mana akan terlihat ada tidaknya reaksi (sesuatu yang aktif) di dalam tulang. Namun, untuk dapat melihat secara keseluruhan sebaiknya lakukan scantulang (bonescan), yang mana pada kanker sekunder berguna untuk melihat penyebaran tumor atau sel kanker.
Dengan bonescan, 10 persen destruksi tulang bisa ditangkap. Jika ditemui indikasi kuat, selanjutnya dilakukan biopsi sebagai dasar menentukan jenis tumor dan tindakan selanjutnya.

Sayangnya, di Indonesia, seperti halnya kasus kanker lain, banyak pasien yang datang dengan kondisi tumor sudah membesar sehingga tidak ada jalan lain kecuali melakukan amputasi. “Amputasi merupakan golden standard dalam penanganan kanker tulang. Dan jangan khawatir karena pasien masih tetap bisa beraktivitas dengan wajar pasca amputasi,” katanya.

Secara umum, tata laksana kanker tulang melalui 3 modalitas terapi, yakni operasi, kemoterapi dan radiasi. Namun, kalau sudah tahap sarkoma (ganas) biasanya responsnya tidak terlalu baik dengan kemoterapi ataupun radiasi. “Kalau besar sekali massa tumornya, responsnya paling hanya 20-40 persen. Jadi memang harus dioperasi dulu,” katanya.

Selain amputasi, tindakan operasi lainnya yang bertujuan menyelamatkan fungsi kaki adalah limp salvage, dimana tulang akan “dibersihkan” dengan cara disinar. Operasi ini dapat dilakukan dengan syarat korteks tulang masih utuh. Pasca operasi, akan dilakukan fisioterapi. “Zaman dulu, harapan hidup penderita kanker tulang dalam lima tahun sekitar 30- 40 persen. Sekarang ini mencapai 80 persen,” katanya.

Kanker tulang memang boleh dikatakan belum bisa dicegah. Bagi yang punya riwayat sakit kanker di luar tulang, Abas menyarankan evaluasi per bulan,atau minimal setahun sekali bagi yang sudah tahap sekunder. “Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan adanya penyebaran ke jaringan lain,” pungkasnya.

Masih Sulit Didiagnosis

Berbeda dengan kanker mulut rahim atau kanker payudara, informasi tentang gejala kanker tulang masih sangat sedikit. Tak heran bila kanker tulang sering didiagnosis dalam keadaan terlambat.

Masyarakat awam sering kali tidak menyadari adanya kanker tulang karena gejalanya mirip rematik dan osteoporosis, yaitu nyeri di bagian tulang atau sendi dan adanya pembengkakan atau benjolan. Hal itu juga menyebabkan dokter sulit mendiagnosis kanker tulang.

Di RS Kanker Dharmais, kebanyakan penderita berusia belasan tahun, antara 13-20 tahun.Tahun 1960-an penderita kanker tulang hanya dioperasi/amputasi. Harapan hidupnya 20 persen. Tahun 1980-an dengan terapi pembantu, harapan hidup meningkat sampai 80 persen. Kini penderita tumor ganas diberi kemoterapi sebelum operasi untuk mencegah perkembangbiakan tumor dan mematikan anak sebar.

Saat ini pada operasi kanker tulang, penderita tidak diamputasi, tetapi dibersihkan tumor dan jaringan lunak di sekitarnya, kemudian bagian yang diambil direkonstruksi dengan tulang tiruan (prosthese) atau dengan tulang manusia (allograft) untuk mengembalikan fungsi alat gerak. Tulang manusia diperoleh dari donor yang diambil maksimal empat jam setelah meninggal dan diawetkan pada suhu-80 derajat Celsius.

sumber tulisan:
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/06/10/27/227792/kanker-tulang-tua-muda-bisa-kena

Kenapa Kentut Ada yang Bau dan Tidak?

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Agustus 4, 2009 by judi2010

kentut-(nostomachfat)-dalamMakanan telur dan daging memicu bau kentut alias buang angin yang tajam. Sedangkan biji-bijian tidak meningkatkan bau kentut. Kenapa bau kentut berbeda-beda? Seperti dilansir dari Health24, Selasa (21/7/2009) buang angin adalah gas yang berasal dari pencernaan manusia yang sumbernya bermacam-macam. Bisa berasal dari udara yang masuk ke tubuh atau gas yang dihasilkan dari reaksi kimia dalam usus atau bisa juga gas yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri yang hidup dalam usus. Kebanyakan gas yang masuk ke dalam tubuh merupakan gas oksigen yang masuk melalui udara. Pada saat udara mencapai usus besar, sebagian besar yang tertinggal adalah nitrogen. Reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbondioksida, yang juga merupakan komponen dari udara dan merupakan produk dari aktivitas bakteri. Sementara, bakteri juga menghasilkan hidrogen dan metan. Selain itu makanan apa yang dimakan, bakteri apa yang hidup di dalam usus, serta berapa lama manusia menahan buang anginnya juga menentukan ketajaman gas yang tercipta di dalam tubuh. Semakin lama buang angin ditahan, maka kandungan nitrogennya semakin tinggi. Sementara bau yang ditimbulkan dari buang angin ini berasal dari campuran gas hidrogen sulfida dan merkapturat, dan campuran ini mengandung belerang. Jika mengonsumsi makanan yang mengandung belerang tinggi dan sulfida yang dihasilkan oleh bakteri dalam usus juga bertambah, ini akan membuat bau dari kentut ini semakin meningkat. Jika makanan jauh unsur-unsur tersebut bau kentut pun akan tak berasa. Lamanya bau buang angin bisa tercium ke hidung orang lain tergantung dari kelembaban udara, temperatur sekitar, kecepatan angin, jarak antar manusianya serta besarnya molekul yang dikeluarkan. Namun, biasanya waktu yang diperlukan rata-rata 13-20 detik. Sementara itu, suara yang keluar pada saat buang angin dihasilkan dari getaran pada saat dubur terbuka. Suara ini tergantung dari kesesakan otot, kecepatan perjalanan udara, campuran gas dan lemak tubuh. Rata-rata manusia memproduksi gas hingga mencapai 1,5 liter gas per hari. Tidak ada perbedaan frekuensi buang angin antara perempuan dan laki-laki, tapi laki-laki cenderung memiliki suara buang angin yang lebih besar dibandingkan perempuan. Jadi kentut adalah proses yang sangat alami. Kentut bukan aib, asalkan pada tempat dan waktu yang benar sehingga tidak mengganggu orang lain dan memalukan diri Anda sendiri.

sumber: detikhealth

Buah Apel yg berbahaya

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , , on Juni 16, 2009 by judi2010

Ternyata tidak selama nya buah Apel itu aman buat di komsumsi . Fakta dilapangan Apel-Apel impor yang masuk keindonesia ternyata mengandung zat lilin (WAX)sebagai pelindungnya.

WAX ini digunakan untuk menjaga kualitas makanan setelah itu di masukkan dalam pendingin.
Berikut gambar apel dari USA, udah setahun umurnya, tapi masih keliatan fresh dari luar.. Karena WAX melindungi apel dari bakteri sehingga bakteri tidak dapat menembus bagian dalam apel.

Untuk mengetahui apel itu memakai wax atau tidak, bisa dicek seperti gambar di bawah ini.. pergunakan Cuter untuk memerikasanya…

cid_03de01c8eca40fa19ae0ba08a8c0stp

apel

berhati-hatilah…sebaiknya kulit apel diKupas sebelum anda komsumsi…zat lilin yang termakan secara berulang bisa mengakibatkan Kanker

manfaat susu kacang kedelai

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , on Juni 5, 2009 by judi2010

1229170_kacangkedelaiKacang kedelai mudah didapat. harganya murah dan menyehatkan. Kadar proteinnya 34.1%, karbohidrat 33.5%, lemak 17.7%, air 10.0% dan ampasnya 4.7%. Kadar protein kedelai hampir dua kali kadar potein hewani (protein daging sapi hanya 18%). Selain tinggi dengan protein dan karbohidrat, kacang kedelai juga mengandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin F. Kacang kedelai sangat banyak kegunaannya. Dijadikan tahu, tempe, kecap dan susu. Pada tahun 1952, susu kedelai yang disebut “Saridele” berhasil diproduksi di Indonesia. Waktu itu Saridele digunakan untuk minuman bayi. Dengan adanya vitamin F dalam kacang kedelai maka mudahlah mentransportasikan oksigen melalui darah ke semua sel, jaringan dan organ, membantu lubrikasi semua sel, menolong proses pembekuan darah, membuat kulit selalu tampak bercahaya. Kacang kedelai ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh-pembuluh darah, serta penyakit jantung. Di dalam kedelai ditemukan enzyma lipoxidase yang menyebabkan bau langu (bau seperti rambut terbakar). Untuk menghilangkan bau langu itu susu kedelai perlu direbus dan diberi aroma kopi kedelai. Perlu diketahui bahwa khasiat susu kedelai ada empat kali lebih besar daripada khasiat tahu dan dua kali dari khasiat tempe.

Sumber:

http://www.healthy-juices.com/

Sejarah Mie Instan

Posted in bukan politik, info kesehatan dengan kaitan (tags) , , on Juni 1, 2009 by judi2010

indomie

Barang kali kita pantas berterima kasih kepada Momofuku Ando, orang Jepang kelahiran Taiwan 1911. berkat kerja keras dan jerih payahnya kita sekarang bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan berjibun penggemar, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an.

Begini ceritanya…

Ditinggal orang tuanya, Ando yang berumur 3 tahun harus membantu neneknya mengurus rumah. Balita ingusan itupun mesti menjaga toko. Belum lagi harus mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, sebaliknya sekolahnya terlantar.

Menjadi pedagang adalah angan2nya. Harta peninggalan ortunya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.

Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke bui. Setelah 2 tahun hidup di Hotel Prodeo, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar2nya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie. Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.

Ide liar itu terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membikin mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di emper belekang rumahnya. Mula2 mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah. Lalu menimbang2 rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga. Waktu itu tahun 1958.

Emper rumahnya tak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya. Sejak itu perusahaan2 besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya. Desember 1958 ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20000m2. tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Meski mie instant laris manis, Ia tak bosan2 bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya ke luar negeri. Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring, meyeruput mie dianggap tidak sopan.

Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara. Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbagan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok2, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo. Gedung itu disebut pula “istana mie” karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.(ksks/adm)

MIE INSTANT DAN BAHAYANYA

Sumber: http://dosenku-kus.blogspot.com/2008…bahayanya.html

Tidak dipungkiri lagi, bahwa orang indonesia sangat mengenal mie instant, hampir 90% (statistik dari mana ini, he3x…, yg jelas pernah baca) orang indonesia pernah mengkonsumsi mie instant. Nggak heran juga sih, karena disamping harganya yg lumayan terjangkau, kemasannya yang praktis, cara masaknya juga nggak terlalu susah, hanya rebus air, “cemplungin” mienya, kasih aksesoris2x lainnya, beres dech.

Dan bukan rahasia umum lagi kalau mie instant “dikabarkan” juga sangat membahayakan tubuh, kanker adalah momok terbesar untuk para konsumen mie instant.

Pertanyaannya, bagaimana bisa sesosok mie instant ini dicari sekaligus ditakuti ? Iseng2x nyari artikel yang mungkin bisa membantu menggambarkan tentang bagaimana sebenernya mie instant ini, dan bisa disimpulkan sbb:

SATU

Mienya sendiri, kalau dari cara pembuatannya, selain dicampurkan bahan pengawet ternyata ditambahkan juga bahan lilin untuk melapisi gulungan mienya biar tidak lengket satu sama lain. Wah, bisa dibayangkan tiap kali kita makan mie instant, secara otomatis kita makan bahan kimia dan bahan lilis pelapis ini, kalau sudah begini tentunya bahan2x ini sangat susah untuk dicerna oleh tubuh dan bisa menjadi parasit dan racun dalam tubuh.

Setelah kita merebus mie, ganti air rebusan dengan air yang lain, hal ini bisa mengurangi jumlah lilin yang akan masuk ketubuh, karena bahan lilinnya tentunya ikut terbuang bersama air rebusan pertama. Ada lagi, kalau kita mengkonsumsi mie instant, sebaiknya baru 3 hari selanjutnya kita bisa mulai makan mie lagi, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk menghilangkan lilin (wax) ini dalam perut kita, karena kata dokter dibutuhkan waktu 2 hari untuk bisa menghilangkan wax ini dalam perut kita.

DUA

Bumbunya sendiri adalah bumbu yang terkandung garam berlebih, garam sendiri kalau dalam bahasa kimianya bisa disebut sodium chloride, yang kata orang2x kita kebanyakan garam bisa menyebabkan darah tinggi dll, terkandung juga MSG (Mono Sodium Glutamate) adalah bahan kimia umum untuk produk makanan mie instan ini, sebagian para ahli mengatakan bahwa konsumsi MSG yang berlebih dapat mengganggu fungsi kerja otak alias jadi goblox he3x… dan memacu timbulkan kanker, walaupun masih jadi perdebatan para ahli, tapi sebaiknya perlu dipertimbangkan.

TIGA

Kebanyakan minyak dalam kemasan mie instant adalah minyak jenuh, kandungan trans fatty acid, adalah minyak yang ditakuti ibu2x, he3x… karena bisa menyebabkan timbunan lemak terutama didaerah perut yang bisa menyebabkan banyak komplikasi penyakit2x yang berhubungan dengan lemak.

EMPAT

Mie instant adalah salah satu makanan yang tidak banyak mengandung serat, yang namanya kurang serat, ini bisa menyebabkan BAB (Buang Air Besar) kita tidak lancar, kegemukan tentunya, paling menakutkan juga adalah kanker usus besar dan bisa jadi diabetes. Karenanya sebisa mungkin ketika kita memasak mie instant disertakan juga sayuran2x tambahan atau buah2xan untuk mengurangi kurang seratnya ini.

Kalau sudah begini berarti harus diatur nich konsumsi mie instantnya, jangan terlalu sering, karena walaupun nggak terlalu berbahaya tapi kalau dikonsumsi terlalu sering, wah bisa sangat mematikan, dan kalau bisa setiap masak mie instan tambahkan dengan sayur2xan, telur dan tambahan gizi yang lain.

Tidak diketahui juga apakah mie instant bisa menyebabkan kanker, karena banyaknya kejadian2x yang tersebar di internet ttg pengkonsumsi mie instant yang terkena kanker, kebanyakan hanyak HOAX, berita bohong yang sengaja disebarkan, tapi paling nggak kita bisa berhati2x donk ketika mengkonsumsi mie instant.

Tips Makan Mie Instan Dengan Sehat

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu

paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika

Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata

terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi

instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie

instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti

kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya

waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi

instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.

Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin

dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita

memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan

lilin tersebut.

Jadi kalau makan mie hari senin, sebaiknya kalau mau makan hari kamis atau jumat lagi, karena tubuh kita butuh waktu but bersihin zat lilinnya.

Atau jika memang kesukaan terhadap mie instan sudah menjadi keseharian. gantilah air rebusan Mie instan anda setiap  anda merebus mie instan pertama kali. Buang air yang sudah berwarna putih kapur tersebut dengan air  termos atau air yang anda masak kembali kedalam tempat anda memasak mie instan. Dengan begitu zat lilin yang masuk dan termakan oleh anda telah terbuang sebelum masuk kedalam tubuh anda

Sumber:

http://www.indoforum.org/showthread.php?p=1371751#post1371751

Mahkota Dewa tanaman pagar yang menyembuhkan

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , , on Mei 25, 2009 by judi2010

Tentang MAHKOTA DEWA

mahkota-dewa

Mahkota dewa adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang akhir-akhir ini popular sebagai tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai macam penyakit.

Beberapa manfaat mahkota dewa berdasarkan berbagai jurnal ilmiah adalah:
· Pengujian aktiftas antikanker ekstrak dari tanaman mahkota dewa dilakukan dengan menguji daya hambat pertumbuhan sel Leukimia L210 oleh ekstrak tanaman secara in vitro.Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman memiliki nilai hambat pertumbuhan 50% dari sel Leukimia setelah masa inkubasi 48 jam. Batas minimal satu ekstrak tanaman untuk dapat dinyatakan berpotensi sebagai suatu antikanker adalah 10 ug/ml (Lisdawati, 2002).

· Pengujian aktifitas antioksidan ekstrak tanaman Mahkota Dewa menunjukkan daging buah dan kulit biji tanaman memiliki aktifitas antioksidan yang cukup potensial.(Yen, 1995).

· Hasil uji efek antihistamin/anti-alergi, ternyata bahwa asing-masing kadar ekstrak daun/buah mahkota dewa mempunyai efek antihistamin. (Sumastuti, 2001).

· Efek sitosik daun dan buah mahkota dewa terhadap sel Hela (sel kanker rahim) secara In Vitro.Efek hipoglikemik (penurun gula darah) daun buah mahkota dewa.Efek hepatoprotektor (hati). Efek anti radang(anti inflamasi) dari daun dan buah mahkota dewa.Efek anti bakteri pada Staohylococcus sp dan Streptococcus sp.

· Selain itu, penelitian yang sedang berjalan tentang efek mahkota dewa terhadap kesehatan; efek anti piretik (menurunkan panas), efek analgesic (mengurangi rasa sakit), efek menurunkan kadar asam urat dalam darah, kardiovaskuler (efek pada jantung, hipertensia, diuretic), bahan antiobesitas, anti hypercholesterolemia, efek anti kejang, efek penenang, antioksidan.

Pohon Mahkota Dewa dibudidayakan sebagai tanaman hias / tanaman peneduh. Pohonnya kecil dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang menarik karena warnanya merah menyala, menempel dari batang utama hingga ke ranting-rantingnya. Disebut juga Makuto Rojo, Makuto Ratu, Obat Dewa, Pau (Obat Pusaka) atau Crown of God. Berasal dari Papua (Irian Barat) dan dikenal serta dibudidayakan di Indonesia di Keraton Jogja dan Solo. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.

Ia bisa membuat penderita penyakit ringan macam gatal-gatal, pegal-pegal, atau flu, hingga penyakit berat seperti kanker dan diabetes, merasakan kesembuhan.

Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari yang ecek-ecek hingga yang nyaris tak ada harapan sembuh. Kalau cuma pegal-pegal, sehari dua hari bakal hilang.

Flu?

Wah, itu tugas yang juga bisa dibereskan dalam sehari dua hari. Diabetes pun bakal takluk dalam beberapa bulan.

Bagaimana dengan kanker?

Meski butuh waktu bulanan, tanaman ini pun sanggup melawannya sampai titik darah penghabisan. Paling tidak itu berdasarkan pengalaman empiris banyak orang, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.

Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh “teh racik” terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai. Kalau enggak menghendaki rasa pahitnya, kita bisa sedikit bersusah payah mengolahnya menjadi ramuan instan. Rasanya ditanggung lebih sedap tanpa mengurangi khasiat.

Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Dari alergi hingga kanker

Sebagian orang mungkin pernah sekadar melihatnya, sebagian lagi mendengar namanya pun tidak pernah.

Wajar bila selama ini sangat sedikit orang tahu mahkota dewa. Apalagi khasiatnya. Bahkan, di banyak lembaga penelitian yang menangani tumbuhan berkhasiat obat belum ditemukan hasil penelitiannya.

Sampai saat ini, setidaknya baru dr. Regina Sumastuti dari Jurusan Farmakologi, Universitas Gadjah Mada yang telah menelitinya. Itu pun masih terbatas pada pengujian terhadap efek antihistamin atau antialergi.

Padahal, kalangan keraton Solo dan Yogyakarta telah lama mengenalnya dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat. Beruntung, lama-lama manfaat luar biasa ini bocor ke kalangan awam.

Sekarang, tanaman ini seakan turun dari langit sebagai “dewa penyelamat” orang sakit. Berbagai kesaksian dikemukakan mereka yang telah merasakan khasiatnya. Dalam buku Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa karya Ning Harmanto, ketua Kerukunan Wanita Tani Bunga Lily, yang menekuni pengobatan dengan mahkota dewa, ada 26 orang yang mengakui keampuhannya atau ditulis berhasil sembuh dari sakitnya berkat mahkota dewa.

Di antara mereka adalah Tuti Ariestyani Winata, yang setelah menjalani operasi pengangkatan kista di rahim, mengalami kemunduran kondisi tubuh. Badannya kurus, perutnya membuncit seperti sedang hamil tua, jari-jari kakinya menggemuk, tekanan darahnya naik-turun, dan Hb-nya sangat rendah.

Beberapa dokter yang dikunjunginya memberikan diagnosis berbeda. Ada yang mendiagnosisnya menderita kanker hati, sirosis hati, dan ada pula yang menyatakan dia menderita hepatitis kronis. Tak kunjung memperoleh kepastian penyakit yang dideritanya, atas saran Ning, Tuti akhirnya mengonsumsi air rebusan daging buah mahkota dewa. Setelah enam bulan, Tuti merasa sembuh dan kondisi tubuhnya membaik kembali.

Selain Tuti, Diana yang berdomisili di Bekasi menyatakan berhasil sembuh dari penyakit kanker di payudara kanannya setelah menjalani operasi dua kali lagi untuk membersihkan kanker di payudara kirinya.

Anna Winata di Bogor dan Retno di Bekasi juga merasakan sehat kembali dari sakit kanker rahim berkat mahkota dewa. Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil menormalkan kadar gula darahnya berkat tumbuhan obat ini.

Masih banyak lagi contoh keberhasilan yang lain. Sayangnya, yang tidak berhasil tidak pernah terungkap, sehingga tidak bisa diketahui penyakit apa yang tidak mampu dilawan tanaman berbuah merah menyala ini.

Selama ini daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala gatal-gatal, pertanda adanya alergi terhadap agen tertentu yang mendorong sel-sel tubuh mengeluarkan histamin.

Soal kemampuan melawan penyakit kulit ini Sumastuti sudah membuktikannya. Dari penelitian secara in vitro menggunakan usus halus marmot, diketahui, memang benar daun dan buah mahkota dewa mempunyai efek antihistamin. Artinya, tanaman tersebut secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sebagai obat gatal-gatal akibat gigitan serangga atau ulat bulu, eksim, dan penyakit lain akibat alergi.

Penelitian lain masih kita tunggu untuk membuktikan khasiat luar biasa seperti yang dirasakan beberapa orang di atas. Namun, cerita dari mulut ke mulut rupanya sudah membuat orang, terutama yang sakit berat dan umumnya hampir putus harapan, percaya. Maka, orang pun mulai beramai-ramai mencari bagian berkhasiat mahkota dewa.

Tak sedikit yang mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Bahkan, ada yang melihat “wabah” ini sebagai peluang usaha untuk membudidayakan dan mengolahnya menjadi produk ramuan obat tradisional atau jamu dengan berbagai bentuk.

Dijadikan “teh”

*

Menanam mahkota dewa memang bukan perkara sulit. Tumbuhan, yang bisa hidup baik pada ketinggian 10 – 1.000 m dpl., ini bisa ditanam dari biji atau hasil cangkokan.

Meski penanamannya bisa di dalam pot atau langsung di tanah, pertumbuhannya akan lebih baik bila ditanam di tanah. Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah pada umur 10 – 12 bulan. Yang berasal dari cangkokan, mestinya berbuah lebih cepat.

Buah inilah bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang. Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging buah, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging buah serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.

“Khasiat buah muda dan tua sama saja,” jelas Ning. Sayang, senyawa apa yang terkandung dalam bagian-bagian buah, masih belum terungkap secara detil. Cuma, Hutapea dkk. (1999), seperti dikutip Sumastuti, menyatakan, dalam daun dan kulit buah makuto dewo terkandung senyawa saponin dan flavonoid, yang masing-masing memiliki efek antialergi dan antihistamin.

Ning menulis, dalam keadaan segar, kulit dan daging buah muda mahkota dewa terasa sepet-sepet pahit. Sedangkan yang sudah tua sepet-sepet agak manis. Jika dimakan segar akan menimbulkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, bahkan keracunan. Apa penyebabnya, belum diketahui dengan pasti. Karenanya, tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan segar.

Cangkangnya memiliki rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit dari kulit dan daging buah. Bagian ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena dapat mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, setelah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging buah. Ia dapat mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.

Ada alasan mengapa biji mahkota dewa tidak dikonsumsi. “Bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa muntah-muntah dan lidah mati rasa,” tambah Ning. Karenanya, bagian ini cuma digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit.

Sudah tentu untuk menjadikan daging buah atau cangkangnya sebagai obat, perlu pengolahan terlebih dulu. Bisa dijadikan buah kering, teh racik, atau ramuan instan. Namun, yang sering dilakukan adalah dengan menjadikannya teh racik dan ramuan instan.

Bagian lain yang bisa dijadikan obat adalah batang dan daun. Menurut Ning dalam bukunya, batang mahkota dewa secara empiris bisa mengobati kanker tulang. Sedangkan daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor. Cara memanfaatkan daun adalah dengan merebus dan meminum airnya.

Jangan kaget. Begitu minum ramuan mahkota dewa, kita segera merasakan serangan kantuk. Efek ini normal. Efek lainnya adalah mabuk. Untuk menghilangkan efek ini dianjurkan untuk minum air lebih banyak. Untuk konsumsi selanjutnya, takaran mahkota dewa perlu dikurangi. Jika masih tetap mabuk, sebaiknya untuk sementara hentikan dulu. Di samping efek buruk tadi ternyata masih ada efek “baik”-nya. “Psst … kadang-kadang kaum pria ada yang libidonya meningkat,” bisik Ning.

Menurut Ning, dalam proses menyembuhkan penyakit dalam atau penyakit serius macam kanker rahim, setelah pasien mengonsumsi seduhan mahkota dewa badannya bisa merasakan panas-dingin, bahkan kadang kala mengeluarkan gumpalan darah berbau busuk. “Ini merupakan proses pembersihan penyakit,” tulis Ning.

Penggunaannya bisa dalam bentuk ramuan tunggal bisa pula ramuan campuran. “Pencampuran dengan tumbuhan obat lain dimaksudkan untuk memperkuat khasiatnya dan menetralisir racun. Juga untuk mengurangi rasa tidak enaknya,” tutur Ning, yang mengaku sering melayani “resep” yang ditulis beberapa dokter.

Upaya penyembuhan menggunakan ramuan mahkota dewa, menurut Ning, tidak bisa cepat membuahkan hasil. Pengobatannya perlu dilakukan beberapa kali. Bahkan untuk penyakit berat yang kronis perlu waktu lama. Yang perlu diperhatikan adalah takaran penggunaannya mesti tidak melebihi yang dianjurkan. Kalau takarannya berlebih, pengaruh yang tidak diinginkan bisa muncul.

Mesti diingat, wanita hamil muda dilarang mengonsumsi mahkota dewa. Seperti dikutip Ning, Sumastuti juga telah membuktikan mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga memperlancar proses persalinan. Ini bisa membahayakan kehamilan yang masih muda.

Yang tak kalah penting, pesan Ning, dalam menggunakan ramuan mahkota dewa kita dianjurkan menyugesti atau menyakinkan diri bahwa ramuan ini manjur, berdoa untuk kesembuhan kita, dan tetap mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan kita. (intisari)

Resep untuk Menjinakkan Kanker

Pada orang dewasa, untuk mengobati kanker (payudara atau rahim) yang tidak terlalu parah atau sekadar upaya pencegahan, cukup gunakan satu sendok makan ramuan instan yang diseduh dengan segelas air minum. Minum sehari dua kali, pagi dan sore hari.

Bila penyakitnya serius, perlu ramuan campuran teh racik mahkota dewa dan kunyit putih instan. Caranya, kita rebus satu sendok teh teh racik mahkota dewa dalam tiga gelas air hingga airnya tinggal setengahnya. Lalu, tambahkan satu sendok teh kunyit putih instan. Ramuan ini diminum tiga kali sehari.

Untuk penyakit yang sangat serius dosis ini dibuat dua kali lipat atau sampai satu sendok makan teh racik mahkota dewa. Pengobatan ini memerlukan waktu 3 – 6 bulan. Setelah pasien merasa sembuh ramuan tetap dikonsumsi dengan takaran dikurangi.

Mengendalikan diabetes

Untuk mencegah atau mengobati penyakit diabetes yang tidak terlalu serius diperlukan 3 – 5 potong teh racik mahkota dewa yang direbus dalam tiga gelas air bersama tiga lembar daun salam. Perebusan dilakukan hingga air tinggal setengahnya. Ramuan ini diminum tiga hari sampai seminggu sekali. Sedangkan untuk mengobati diabetes parah kita merebus dengan cara yang sama: sesendok teh racik mahkota dewa dan tiga lembar daun salam. Ramuan diminum tiga kali sehari.*

Kandungan 1: Buah Mahkota Dewa

Buah Mahkota Dewa mengandung zat-zat aktif seperti :
Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir racun-racun di dalam tubuh.

Saponin

menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus

meningkatkan sistem kekebalan tubuh
meningkatkan vitalitas

mengurangi kadar gula dalam darah
mengurangi penggumpalan darah

Flavanoid
melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.

mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner

mengandung anti-inflamasi (anti-radang)
berfungsi sebagai anti-oksidan

membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan

Polifenol

berfungsi sebagai anti-histamin (anti-alergi) Mahkota Dewa dipercaya dapat mencegah dan membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit antara lain :

-Tekanan darah tinggi

-Meningkatkan vitalitas bagi penderita diabetes

-Kanker (zat damnacanthal : menghambat pertumbuhan sel kanker)

-Asam urat

-Lever

-Alergi

-Ginjal

-Jantung

-Berbagai macam penyakit kulit

-Mengatasi ketergantungan obat

-Rematik

-Meningkatkan stamina dan ketahanan terhadap influenza

-Insomnia

Sumber tulisan:
rarepalmseeds.com – palm seeds, cycad seeds, banana seeds

saran penulis:
efek setiap herbal akan selalu berbeda bagi setiap orang. hendaknya diperhatikan jika terjadi alergi atau ketidakcocokan sewaktu mengkomsumsinya. Hentikan sementara waktu, atau berikan secara bertahap .Bisa saja terjadinya efek alergi pada tubuh dikarenaka adanya proses “baru saling berkenalan”.

Osteoporosis dan penangulangannya

Posted in info kesehatan dengan kaitan (tags) , , , , , on Mei 21, 2009 by judi2010

kiat mencegah Osteoporosis

images3Pernahkah Anda melihat wanita tua bertubuh bongkok? Wanita tua itu pasti menderita penyakit osteoporosis yang menyebabkan tulang punggungnya melengkung. Osteoporosis tidak menampakkan tanda-tanda fisik yang nyata hingga terjadi keropos atau keretakan pada usia senja.

Penyakit osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

Sekitar 80% persen penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi (amenorrhea). Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko terkena osteoporosis.

Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita sejak masih muda. Tidak dapat dipungkiri penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul setelah usia 50 tahun, penyakit osteoporosis tidak mudah dideteksi secara dini.

Meskipun penyakit osteoporosis lebih banyak menyerang wanita, pria tetap memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit osteoporosis pada pria juga dipengaruhi estrogen. Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause, sehingga osteoporosis datang lebih lambat.

Jumlah usia lanjut di Indonesia diperkirakan akan naik 414 persen dalam kurun waktu 1990-2025, sedangkan perempuan menopause yang tahun 2000 diperhitungkan 15,5 juta akan naik menjadi 24 juta pada tahun 2015. Bayangkan betapa besar jumlah penduduk yang dapat terancam penyakit osteoporosis.

Berikut ini fakta seputar penyakit osteoporosis yang dapat membukakan mata dan meningkatkan kesadaran akan ancaman penyakit osteoporosis.

Studi di dunia:

* Satu diantara tiga wanita di atas usia 50 tahun dan satu diantara lima pria di atas 50 tahun menderita osteoporosis.
* Penderita osteoporosis di Eropa, Jepang, Amerika sebanyak 75 juta penduduk, sedangkan China 84 juta penduduk.
* Ada 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia.
Risiko kematian akibat patah tulang pinggul sama dengan kanker payudara. (Studi Cummings et al, 1989)

Studi di Indonesia:

* Prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 tahun untuk wanita sebanyak 18-36%, sedangkan pria 20-27%, untuk umur di atas 70 tahun untuk wanita 53,6%, pria 38%.
* Lebih dari 50% keretakan osteoporosis pinggang di seluruh dunia kemungkinan terjadi di Asia pada 2050. (Yayasan Osteoporosis Internasional)
* Mereka yang terserang rata-rata berusia di atas 50 tahun. (Yayasan Osteoporosis Internasional)
* Satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di Indonesia terserang osteoporosis atau keretakan tulang. (Yayasan Osteoporosis Internasional)
* Dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. (DEPKES, 2006)
* Jumlah penderita osteoporosis di Indonesia jauh lebih besar dari data terakhir Depkes, yang mematok angka 19,7% dari seluruh penduduk dengan alasan perokok di negeri ini urutan ke-2 dunia setelah China.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya osteoporosis? Berikut ini beberapa penyebab osteoporosis:

1. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.

Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.

Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.

Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

3. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.

Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan).

Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan osteoporosis.

4. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.

Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Faktor Risiko Osteoporosis

1. Wanita
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun.

2. Usia
Seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru menurun. Pada usia 75-85 tahun, wanita memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pria dalam mengalami kehilangan tulang trabekular karena proses penuaan, penyerapan kalsium menurun dan fungsi hormon paratiroid meningkat.

3. Ras/Suku
Ras juga membuat perbedaan dimana ras kulit putih atau keturunan asia memiliki risiko terbesar. Hal ini disebabkan secara umum konsumsi kalsium wanita asia rendah. Salah satu alasannya adalah sekitar 90% intoleransi laktosa dan menghindari produk dari hewan. Pria dan wanita kulit hitam dan hispanik memiliki risiko yang signifikan meskipun rendah.

4. Keturunan Penderita osteoporosis
Jika ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis, maka berhati-hatilah. Osteoporosis menyerang penderita dengan karakteristik tulang tertentu. Seperti kesamaan perawakan dan bentuk tulang tubuh. Itu artinya dalam garis keluarga pasti punya struktur genetik tulang yang sama.

5. Gaya Hidup Kurang Baik
* Konsumsi daging merah dan minuman bersoda, karena keduanya mengandung fosfor yang merangsang pembentukan horman parathyroid, penyebab pelepasan kalsium dari dalam darah.
* penyakit osteoporosisMinuman berkafein dan beralkohol.
Minuman berkafein seperti kopi dan alkohol juga dapat menimbulkan tulang keropos, rapuh dan rusak. Hal ini dipertegas oleh Dr.Robert Heany dan Dr. Karen Rafferty dari creighton University Osteoporosis Research Centre di Nebraska yang menemukan hubungan antara minuman berkafein dengan keroposnya tulang.
Hasilnya adalah bahwa air seni peminum kafein lebih banyak mengandung kalsium, dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang menghambat proses pembentukan massa tulang (osteoblas).
* Malas Olahraga
Wanita yang malas bergerak atau olahraga akan terhambat proses osteoblasnya (proses pembentukan massa tulang). Selain itu kepadatan massa tulang akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa.
* Merokok
Ternyata rokok dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis. Perokok sangat rentan terkena osteoporosis, karena zat nikotin di dalamnya mempercepat penyerapan tulang. Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.
Disamping itu, rokok juga membuat penghisapnya bisa mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan tersumbatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Kalau darah sudah tersumbat, maka proses pembentukan tulang sulit terjadi. Jadi, nikotin jelas menyebabkan osteoporosis baik secara langsung tidak langsung.
Saat masih berusia muda, efek nikotin pada tulang memang tidak akan terasa karena proses pembentuk tulang masih terus terjadi. Namun, saat melewati umur 35, efek rokok pada tulang akan mulai terasa, karena proses pembentukan pada umur tersebut sudah berhenti.
* Kurang Kalsium
Jika kalsium tubuh kurang maka tubuh akan mengeluarkan hormon yang akan mengambil kalsium dari bagian tubuh lain, termasuk yang ada di tulang.

6. Mengkonsumsi Obat
Obat kortikosteroid yang sering digunakan sebagai anti peradangan pada penyakit asma dan alergi ternyata menyebabkan risiko penyakit osteoporosis. Jika sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi akan mengurangi massa tulang. Sebab, kortikosteroid menghambat proses osteoblas. Selain itu, obat heparin dan antikejang juga menyebabkan penyakit osteoporosis. Konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsi obat jenis ini agar dosisnya tepat dan tidak merugikan tulang.

7. Kurus dan Mungil
Perawakan kurus dan mungil memiliki bobot tubuh cenderung ringan misal kurang dari 57 kg, padahal tulang akan giat membentuk sel asal ditekan oleh bobot yang berat. Karena posisi tulang menyangga bobot maka tulang akan terangsang untuk membentuk massa pada area tersebut, terutama pada derah pinggul dan panggul. Jika bobot tubuh ringan maka massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

Pencegahan Osteoporosis

Menurut dr. Bambang Setiyohadi, Sp.PD, KR pencegahan osteoporosis sebaiknya dilakukan sejak masih dalam kandungan. Sang ibu harus mengkonsumsi kalsium dengan cukup sehingga tulang bayi dalam kandungan tumbuh optimal dan tidak mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu.

Prof. DR. Dr. Ichramsjah A Rachman, Sp.OG (K) juga lebih menekankan pentingnya pencegahan dibandingkan pengobatan. Hal yang paling penting adalah menyadari akan kejadian osteoporosis yang mengancam terutama wanita.

Semua manusia di dunia pasti akan menjadi tua baik pria maupun wanita.Proses penuaan telah terjadi sejak manusia dilahirkan ke dunia dan terus menerus terjadi sepanjang kehidupannya. Khususnya pada wanita, proses ini mempunyai dampak tersendiri berkaitan dengan proses siklik haid setiap bulannya yang mulaiu terganggu dan akhirnya menghilang sama sekali.

Terganggunya atau sampai hilangnya proses haid (menopause dan pasca menopause) disebabkan penurunana dan hilangnya hormon estrogen. Ini adalah hal yang normal dan alamiah. Namun, penerimaannnya berbeda-beda diantara wanita.

Dengan turunnya kadar hormon estrogen maka proses osteoblas (pembentukan tulang) terhambat dan dua hormon yang berperan dalam proses ini yaitu D, PTH pun turun sehingga dimulai hilangnya kadar mineral tulang.

Apabila hal ini terus berlanjut dan akibat kelanjutan harapan hidup masih akan mencapai keadaan osteoporosis yaitu kondisi dimana massa tulang demikian rendah sehingga tulang mudah patah. Diketahui 85% wanita menderita osteoporosis yang terjadi sekitar 10 tahun setelah menopause, atau 8 tahun setelah pengangkatan kedua ovarium.

Jadi, para wanita perlu lebih waspada akan ancaman penyakit osteoporosis dibandingkan pria. Karena penyakit ini baru muncul setelah usia lanjut, wanita muda harus sadar dan segera melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut, antara lain:

1. susu dan kejuAsupan kalsium cukup
Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dapat dilakukan dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup. Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium.

Sebaiknya konsumsi kalsium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan untuk usia produktif adalah 1000 mg kalsium per hari, sedangkan untuk usia lansia dianjurkan 1200 mg per hari.

Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Pilihlah makanan sehari-hari yang kaya kalsium seperti ikan teri, brokoli, tempe, tahu, keju dan kacang-kacangan.

2. Paparan sinar UV B matahari (pagi dan sore)
Sinar matahari terutama UVB membantu tubuh menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan massa tulang. Untungnya, Indonesia beriklim tropis sehingga sinar matahari berlimpah. Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00.

3. Melakukan olah raga dengan beban
Selain olahraga menggunakan alat beban, berat badan sendiri juga dapat berfungsi sebagai beban yang dapat meningkatkan kepadatan tulang. Olah raga beban misalnya berjalan dan menaiki tangga tetapi berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.

Dr. Ade Tobing, Sp.KO kini mengenalkan yang disebut latihan jasmani yang baik, benar, terukur dan teratur (BBTT). Latihan BBTT ternyata terbukti bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan massa tulang. Oleh sebab itu, latihan fisik (BBTT) dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit osteoporosis.

4. Gaya hidup sehat
Tidak ada kata terlambat untuk melakukan gaya hidup sehat. Menghindari rokok dan alkohol memberikan efek yang signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis. Konsumsi kopi, minuman bersoda, dan daging merah pun dilakukan secara bijak.

5. Hindari obat-obatan tertentu
Hindari obat-obatan golongan kortikosteroid. Umumnya steroid ini diberikan untuk penyakit asma, lupus, keganasan. Waspadalah penggunaan obat antikejang. Jika tidak ada obat lain, maka obat-obatan tersebut dapat dikonsumsi dengan dipantau oleh dokter.

6. Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu)
* Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang.
* Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim.
* Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

Adapun Suplemen yang saat ini paling dianjurkan adalah Marine Organik kalsium

MOC

Keunggulan :
- Alami, terbuat dari bahan coral

- Mengandung 74 unsur mineral-

-Lebih mudah diserap oleh tubuh-mengadung vitamin D3 yang membantu penyerapan kalsium secara Optimal

Kemasan :
HF032 = kemasan botol isi 40 tablet
HF033 = kemasan strip isi 40 tablet

Deskripsi :
Asupan kalsium dibutuhkan tubuh untuk pembentukan tulang dan gigi, membantu metabolisme tubuh, serta mencegah osteoporosis. Konsumsi kalsium sehari-hari kita hanya terserap 250-320 mg, sedangkan kebutuhan tubuh kita 1000 mg. Berarti kita memerlukan tambahan kalsium 680-750 mg. Marine Organic Calcium sangat diperlukan tubuh untuk memenuhi asupan kalsium secara optimal.


021-99585810